Teroris marak serang polisi pakai pisau karena seruan Bahrun Naim

PERISTIWA | 1 Juli 2017 14:47 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Aksi penyerangan terhadap anggota polisi kembali terjadi. Tadi malam, dua anggota Brimob ditikam usai salat Isya di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pelaku yang diketahui bernama Mulyadi itu menggunakan sangkur untuk melukai keduanya.

Hal yang sama juga terjadi sebelumya di Mapolda Sumatera Utara pada 25 Juni 2017 lalu. Pelaku Ardial Ramadan menggunakan pisau untuk melukai korbannya yakni Aiptu Martua Sigalingging.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan penggunaan senjata tajam merupakan alat yang mudah didapat para pelaku.

"Mungkin mereka enggak punya senjata kan," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (1/7).

Tak hanya itu, penggunaan senjata berupa pisau juga lantaran adanya imbauan dari Bahrun Naim kepada sel-selnya.

"Ada imbauan dari Bahrun Naim yang disampaikan, kalau kamu tidak punya bom, ya serang lah pakai senjata api, kalau tidak punya senjata api serang lah pakai pisau," tutur Setyo.

Seruan itulah yang meracuni sel-sel tidur untuk bergerak melakukan berbagai serangan.

"Ini yang meracuni pikiran-pikiran orang-orang itu (pelaku penyerangan)," tandasnya. (mdk/dan)

Baca juga:

Fadli Zon sayangkan teror terhadap polisi kembali terjadi

Wakapolri duga kuat penusuk anggota Brimob termasuk jaringan ISIS

Mabes Polri: Motif penyerangan Brimob sama dengan Polda Sumut

Ini kronologi penikaman anggota Brimob sampai pelaku tewas ditembak

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.