Terperosok di Parit, Bocah SD di Samarinda Tewas Terseret Arus Deras Saat Banjir

PERISTIWA | 21 November 2019 22:34 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - M Fahmi Ridho, bocah 7 tahun murid SD 009 Jalan Wolter Monginsidi, Samarinda, Kalimantan Timur, ditemukan meninggal usai terseret arus deras banjir di saluran parit dekat sekolahnya, siang tadi. Saat kejadian, dia baru saja pulang dari sekolah.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.30 Wita. Sebagian Samarinda diguyur hujan deras, termasuk kawasan Jalan Wolter Monginsidi, sehingga mengakibatkan banjir hingga 50 centimeter.

Keterangan warga sekitar, Sugiono (64), saat hujan deras, sepulang sekolah murid sering terlihat bermain hujan di jalan. Seketika terlihat warga dan murid SD lainnya, ramai mendatangi dan melihat ke arah parit.

"Tadi di jalan ini terendam sekitar 30 cm, arusnya memang deras. Setelah ramai-ramai itu, saya datangi. Ternyata, ada anak hilang hanyut di parit," kata Sugiono ditemui merdeka.com di lokasi, Kamis (21/11).

Warga semakin ramai dan menyusuri arus deras parit dan banjir hingga hampir 1 kilometer, di parit lain di Jalan KS Tubun. Bocah itu akhirnya ditemukan tidak bernyawa, setelah juga terseret masuk ke dalam gorong-gorong.

"Ditemukan lagi pakai baju seragam sekolah, baju hijau, celana putih. Pas di angkat, dari mulutnya keluar banyak air," ujar Sugiono.

Usai ditemukan, korban langsung dibawa ke RS Dirgahayu, tidak begitu jauh dari lokasi kejadian. Kepolisian yang mendengar kejadian itu, mengecek ke lokasi, dan meminta keterangan warga di rumah sakit. Jenazah pun dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

1 dari 1 halaman

Kondisi Parit

Pantauan merdeka.com di lokasi, kondisi parit yang menyeret korban Ridho, hanya selebar 1 meter, dengan kedalaman kurang dari 1,5 meter. Sementara lubang di papan yang menutupi parit pun tidak begitu besar. Meski banjir sudah surut, arus parit masih terlihat deras.

"Kejadian itu benar, korban meninggal karena terseret arus banjir di parit yang meluap. Korban sudah divisum di rumah sakit," kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Muhammad Ridwan, dikonfirmasi terpisah. (mdk/noe)

Baca juga:
Kelelahan Berenang, Pria Tewas di Waduk Cirata
2 Pelajar Hanyut di Sungai Cimanuk Garut
Asik Berenang, 3 Anak Tewas Tenggelam di Pantai Lalo Bontang
Pencarian Tiga Turis China yang Hilang di Perairan Sangiang Dihentikan
Mandi di Waduk, 1 dari 8 Pelajar SMA di Bengkalis Tewas Tenggelam
Hilang Terseret Arus di Pantai Pasut, WN Prancis Ditemukan Meninggal Dunia

TOPIK TERKAIT