Terpidana mati LP Tanjung Gusta atur pengiriman sabu dari Malaysia

Terpidana mati LP Tanjung Gusta atur pengiriman sabu dari Malaysia
Terpidana mati atur sabu dari Malaysia. ©2017 Merdeka.com
NEWS | 15 Januari 2017 00:01 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap pengiriman 10 Kg sabu-sabu dari Malaysia. Otak pelakunya ternyata 4 napi yang mendekam di Lapas Tanjung Gusta Medan, seorang di antaranya terpidana mati.

Keempat napi perkara narkotika itu yakni AY, HS, AF, dan H alias A alias E. Bahkan AY adalah Ayau yang merupakan terpidana mati kasus pengiriman 270 Kg sabu-sabu dari Dumai beberapa waktu lalu. Dia dihukum mati di Pengadilan Negeri (PN) Medan dan dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Medan, namun dia dikabarkan tidak mengambil langkah kasasi.

Selain keempat napi, petugas BNN juga menangkap 8 orang lain yang terkait kasus ini. Seorang di antaranya tewas ditembak di kawasan Titi Kuning, Medan, Jumat (13/1) siang. "Satu di antara tersangka berupaya melarikan diri dan melakukan perlawanan kepada petugas kemudian dilumpuhkan personel kita," kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari di Medan, Sabtu (14/1).

Tersangka yang ditembak mati berinisial BD, penduduk Tanjung Morawa. Sementara 7 orang lainnya yang tertangkap yaitu AY, HS, AF, H alias A alias E, AL alias AS, Y alias AG, J alias C, PS, DEN, SY, dan YT. Sementara seorang lagi, AC yang merupakan adik AY lolos dan sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Berdasarkan kronologi yang dipaparkan pihak BNN, pengiriman 10 Kg sabu ini berawal dari AY yang meminta dicarikan pembeli kepada HS. Kerja sama ini pun melibatkan dua napi lainnya, yaitu AF dan H alias A alias E.

H alias A alias E kemudian memerintahkan AL alias AS, untuk mengambil 8 Kg sabu-sabu di depan Masjid Raya, Medan. Narkotika itu diambil dari Y alias AG dan J alias C yang mendapat perintah dari AY.

Sementara J alias C bersama Y alias G sebelumnya mengambil sabu-sabu itu dari Pantai Purnama, Dumai. Narkotika itu disimpan dalam 2 goni itu dibawa AC menggunakan speedboat dari Malaysia.

Sabu-sabu seberat 10 Kg kemudian dibawa J alias C dan Y alias G bersama PS, DEN, dan SY ke Medan. YT yang merupakan istri J alias C juga ikut serta.

Mereka menyimpan narkotika berbungkus teh China itu di dalam tas ransel yang dimasukkan lagi ke dalam koper. J alias C dan Y alias AG diperintahkan menyerahkan 8 Kg sabu-sabu kepada AL alias AS. Narkotika itu kemudian berpindah tangan ke BD.

Petugas BNN melakukan penyergapan saat transaksi di depan Masjid Raya itu. Mereka menangkap J alias C, Y alias AG, AL alias AS dan BD.

Dalam penyergapan itu, petugas menyita 8 Kg sabu-sabu dan uang tunai Rp 40 juta. Di dalam mobil Toyota Avanza metalik dengan pelat nomor BM 1710 RP ditemukan lagi 2 Kg sabu-sabu. "Total kita temukan 10 Kg sabu-sabu," jelas Arman.

Pengembangan dilakukan, petugas menangkap DEN, PS dan SY dan YT di hotel di Jalan Sisingamangaraja, Medan. Selanjutnya, petugas meringkus keempat terpidana yang mengatur pengiriman itu. Seorang di antaranya ditangkap di RS Bina Kasih Sunggal.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancamannya minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. Kita juga akan mengejar tindak pidana pencucian uangnya," jelas Arman. (mdk/ded)

Tak hanya bandar, kini pengedar narkoba terancam dihukum mati

Tunggu eksekusi mati, pasutri bandar narkoba didampingi rohaniwan

Beredar terpidana mati Merry Utami kirim surat buat Jaksa Agung

Duterte izinkan Mary Jane dieksekusi, pemerintah tunggu proses hukum

Pemerintah didesak bentuk tim khusus evaluasi pemberian vonis mati

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini