Tersangka Penembak Kontraktor di Majalengka Bertambah Jadi Tiga Orang

PERISTIWA | 18 November 2019 21:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polisi masih terus mengembangkan kasus penembakan yang dilakukan anak Bupati Majalengka yakni Irfan Nur Alam terhadap seorang kontraktor. Hasilnya, jumlah tersangka bertambah dua orang.

"Iya tambah dua jadi tiga orang," tutur Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudho saat dihubungi Liputan6.com, Senin (18/11).

Trunoyudho menuturkan, kedua tersangka baru ini berinisial US dan SS. Mereka diduga turut serta melakukan pengeroyokan terhadap korban sebelum anak Bupati Majalengka melepaskan timah panas.

"Setelah itu, baru terjadi perbuatan itu (penembakan)," jelas dia.

Para tersangka kini diproses di Polres Majalengka. Termasuk bermalam di balik jeruji besi.

"Ditahan iya (semua)," tegas Trunoyudho.

Trunoyudho menyampaikan, dua US dan SS ditetapkan sebagai tersangka karena perannya dalam penganiayaan terhadap korban.

"US ini menarik korban dari mobil itu," tutur Trunoyudho.

Saat cekcok, korban meronta dan membuat rekan US, yakni SS ikut membantu. Keduanya kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban.

"Maka si SS ini bantu, dipinting kepalanya korban. Dipegangi bantu memukul," jelas dia.

Lepas dari situ, Irfan datang membawa senjata api. Dia melepas tembakan dan mengenai telapak tangan korban.

1 dari 2 halaman

Kronologi Penembakan

Sebelumnya, seorang kontraktor mengalami luka tembak yang diduga dilakukan oleh pejabat Pemkab Majalengka yang juga anak dari Bupati Majalengka. Korban diketahui bernama Panji Pamungkasandi. Luka tembak terjadi pada tangan sebelah kirinya. Sementara pelaku penembakan diduga Kabag Ekonomi dan Pembangunan Majalengka, Irfan Nur Alam.

Kejadian dipicu saat Panji Pamungkasandi menanyakan pembayaran proyek yang sudah selesai pengerjaannya pada bulan April 2019 kepada temannya. Kemudian, teman Panji menjelaskan bahwa pembayaran dari investor sudah diterima Irfan dan akan diserahkan pada hari itu (Minggu, 10/11). Setelah dibayarkan, kemudian terjadi insiden penembakan dan penganiayaan di sana.

2 dari 2 halaman

Bupati Majalengka Pasrah

Bupati Majalengka Karna Sobahi angkat bicara, mengenai kasus penggunaan senjata api yang diduga melibatkan anak keduanya Irgan. Politisi PDIP itu mengaku menyerahkan semua proses hukum kepada pihak kepolisian.

Dia membenarkan bahwa Irfan adalah anaknya yang menjabat sebagai Kabag Ekonomi dan Pembangunan di Pemkab Majalengka. Sebagai pejabat publik, dia tidak akan melakukan intervensi mengenai kasus hukum yang diduga melibatkan anaknya.

"Sebagai keluarga (ayah), saya akan menghormati dan mengikuti proses hukum. Sebagai warga negara yang taat asas, akan selalu siap mengikuti dan menghargai proses hukum," kata Karna melalui pesan singkat, Selasa (12/11).

Meski begitu, ia memastikan bahwa tim kuasa hukum dari anaknya pun sedang mengupayakan pengumpulan informasi dan kronologis mengenai penembakan yang terjadi pada Minggu (10/11) lalu.

"Saat ini tim penasihat hukum Irfan sedang mengumpulkan informasi yang objektif tentang prolog kejadian yang sebenarnya dari awal serta faktor terjadinya peristiwa tersebut. Supaya masyarakat bisa memahami bagaimana kejadian yang sebenarnya," kata dia.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Baca juga:
Kuasa Hukum Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Anak Bupati Majalengka
Jadi Tersangka, Anak Bupati Majalengka Tembak Kontraktor akan Diperiksa
Anak Bupati Majalengka Ditetapkan Tersangka Kasus Penembakan
Polisi Tetapkan Anak Bupati Majalengka Sebagai Tersangka, Namun Belum Ditahan
Besok, Polisi Periksa Anak Bupati Majalengka Terkait Kasus Penembakan Kontraktor
Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Penembakan di Majalengka