Tersangka Penipuan Proyek Asian Games 2018 Dilimpahkan ke Kejari Palembang

Tersangka Penipuan Proyek Asian Games 2018 Dilimpahkan ke Kejari Palembang
ilustrasi korupsi. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
NEWS | 25 Agustus 2020 22:33 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Tersangka Febri Alfian alias Ayong (51) dilimpahkan Subdit III Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri ke Kejaksaan Negeri Palembang, Selasa (25/8). Tersangka terlibat dalam kasus penipuan proyek pembangunan turap embung venue untuk penyelenggaraan Asian Games 2018.

Tersangka dan berkas diterima Kasi Pidana Umum Kejari Palembang Agung Ary Kesuma. Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka dilakukan penahanan.

Agung mengatakan, berkas tahap dua sudah dinyatakan lengkap atau P21 dan dijadwalkan proses persidangan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang. Hanya saja, kejaksaan akan mempelajari secara lengkap pokok perkaranya.

"Benar, hari ini kita menerima berkas tahap dua termasuk tersangkanya dalam kasus penipuan dan pencucian uang dari Bareskrim Polri," ungkap Agung.

Dalam kasus ini, penyidik menggunakan Pasal 379 huruf a KUHP juncto Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Ancamannya maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

Kuasa hukum tersangka Abunawar Basyedan mengatakan, kasus ini hanya permasalahan bisnis saja dan tidak bisa dimasukkan dalam tindak pidana. Sebab, kliennya hanya tak bisa membayar dan sudah ada iktikad baik dengan menawarkan asetnya yang justru nilainya di atas yang disangkakan.

"Ini murni bisnis to bisnis antara klien saya dan rekan bisnisnya," kata dia.
Hanya saja, pelapor menolak dengan alasan menginginkan uang cash sebanyak Rp8 miliar. Pihaknya berencana mengajukan penangguhan penahanan seiring menunggu proses persidangan.

"Kita lihat perkembangan terakhir, jika memungkinkan diajukan penangguhan penahanan," ujarnya.

Dalam kasus ini, pelapor Lastri Sulastri selaku penerima kuasa hukum tiga perusahaan PT MRU, PT MBP, dan PT PBPS melapor ke Bareskrim Polri pada 3 April 2018. Tersangka menghubungi Direktur PT MRU Bong Elvan Hamzah dengan maksud menawarkan proyek lanjutan pembangunan embung venue Asian Games di Jakabaring Sport City Palembang 2017.

Tersangka mengiming-imingi mendapatkan keuntungan dari APBN dan APBD dan menjamin kelancaran pembayaran dalam waktu 1,5 bulan setelah batu split tiba ke Palembang. Batu split yang dibutuhkan sebanyak lima kapal tongkang.

Setelah bahan tiba, tersangka tak dapat dihubungi dan terkesan menghindar. Saat ditagih, tersangka mengelak untuk membayar dengan total kerugian Rp8,9 miliar

(mdk/eko)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami