Tersangka Penyekapan Pengusaha Depok Bertambah Jadi 4 Orang, Polisi Kejar Aktor Utama

Tersangka Penyekapan Pengusaha Depok Bertambah Jadi 4 Orang, Polisi Kejar Aktor Utama
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 13 Oktober 2021 16:03 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Tersangka kasus penyekapan pengusaha asal Depok, Atet Hadiyana Sihombing, bertambah dua orang. Total tersangka saat ini menjadi empat orang. Mereka adalah M, I, J dan Y. Keempatnya berperan ikut serta dalam penyekapan Handi di sebuah hotel di Depok beberapa waktu lalu.

"Pertama dua orang, tambah dua lagi. Mereka ikut ngejagain (saat penyekapan). Tidak ditahan karena mereka kooperatif datang kemudian juga wajib lapor," kata Kasat Reskrim Polrestro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, Rabu (13/10).

Ketika penyekapan terjadi, diduga ada tujuh orang di hotel tersebut. Saat ini polisi masih mengejar tiga pelaku lainnya. Selain itu, penyidik juga akan mengejar otak dari penyekapan tersebut.

Untuk lebih mendalami kasusnya, penyidik sudah memanggil pemilik perusahaan. Namun pada panggilan pertama yang bersangkutan tidak hadir sehingga dilayangkan panggilan kedua.

"Sudah kita panggil," ungkapnya.

Terpisah, kuasa hukum Atet Hadiyana Sihombing, Jon Mathias, meminta agar otak penyekapan ini bisa terungkap. Diyakini pihaknya empat orang yang sudah dijadikan tersangka saat ini hanyalah orang suruhan.

"Kita apresiasi kinerja Polrestro Depok karena telah melakukan penyidikan dan mengembangkan kasus ini. Di sini yang ditangkap baru pesuruhnya saja, aktor intelektualnya belum tersentuh. Jadi kita minta penyidik untuk melangkah pada aktor intelektual," katanya.

Terungkapnya aktor intelektual atas kasus ini maka duduk perkara dibalik motif penyekapan akan diketahui. Jon juga berharap agar berkas kasus ini segera lengkap (P21) sehingga dapat dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Depok.

"Polres dengan cepat melakukan penyidikan dan mengembangkan kasus ini. Dan Insya Allah juga sudah mulai dilimpahkan ke kejaksaan, mungkin dalam waktu tidak lama lagi proses P21," paparnya.

Penyekapan ini bermula dari ditudingnya Handi menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp73 Miliar. Pihak perusahaan meminta Handi mengembalikan uang tersebut. Handi pun terpaksa menyerahkan sejumlah asset pada perusahaan karena berada di bawah ancaman. Akhirnya sejumlah benda berharga pun diserahkan Handi pada perusahaan.

"Ada banyak mulai dari tanah, rumah, uang tunai, kendaraan roda empat dan dua. Sesuai kesepakatan mereka dengan saya kurang lebih (nilainya) Rp 42 Miliar," kata Handi.

Selama tiga hari dia diminta untuk diam dalam kamar hotel. Dalam masa penyekapan itu dia mengaku mendapat ancaman baik fisik maupun psikis. Tak hanya dirinya, bahkan rumah orang tuanya di Ciamis, Jawa Barat pun didatangi oleh orang tak dikenal saat Handi disekap. Dia pun mengaku hingga kini masih trauma berat hingga harus menjalani pemulihan dibantu psikiater.

"Masih trauma karena hampir setiap saat saya dapat ancaman, lihat senjata api, diancam dan lain sebagainya mau dilibas, mau diapain dan sebagainya," pungkasnya. (mdk/lia)

Baca juga:
Polisi Panggil Saksi Kunci Kasus Penyekapan Pengusaha di Depok
Awal Mula Tudingan Penggelapan Uang Rp73 M Berujung Penyekapan Pengusaha di Depok
Polisi Disebut Sudah Periksa Pemesan Kamar yang Dijadikan Tempat Penyekapan di Depok
Identitas Sudah Dikantongi, 5 Penyekap Pengusaha di Hotel di Depok Diburu Polisi
VIDEO: Fakta-Fakta Terbongkarnya Kasus Penyekapan Pengusaha di The Margo Hotel Depok
Kronologi Pengusaha dan Istrinya Disekap 3 Hari di Kamar Hotel Depok
Polisi Sebut Pengusaha yang Disekap di Depok Dituduh Gelapkan Rp73 Miliar

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami