Tersinggung Dibully Berstatus Duda, Sandra Nekat Bunuh Teman Sendiri

Tersinggung Dibully Berstatus Duda, Sandra Nekat Bunuh Teman Sendiri
PERISTIWA | 14 Juli 2020 23:03 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Tersinggung kerap dibully karena berstatus duda, Sandra alias Can (26), nekat membunuh temannya sendiri, Pahmi (19). Pelaku pun ditangkap polisi saat bersembunyi di rumah saudaranya.

Pembunuhan itu berawal saat korban menjemput pelaku di rumah keluarganya dengan mengendarai sepeda motor di Desa Petaling, Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Senin (13/7). Keduanya bermaksud jalan-jalan di desa sebelah.

Dalam perjalanan atau ketika boncengan motor, keduanya saling bergurau. Korban mengejek tersangka karena statusnya sebagai duda sementara korban masih bujangan. Ejekan terus-menerus membuat tersangka emosi. Mereka pun terlibat cekcok mulut di atas motor.

Ketika tiba di Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Tulung Selapan, tersangka menikam temannya itu dalam posisi masih di atas motor. Korban pun menghentikan laju motornya dan melakukan perlawanan. Duel sengit terjadi antara keduanya.

Akhirnya, korban kalah karena tak berbekal senjata. Sementara tersangka menggunakan sebilah pisau. Korban tewas di tempat usai ditusuk berkali-kali oleh temannya itu.

1 dari 1 halaman

Kasubag Humas Polres OKI, AKP Iryansyah mengungkapkan, tersangka diringkus tanpa perlawanan di rumah saudaranya di Desa Lebung Gajah, Tulung Selapan, beberapa jam usai kejadian. Barang bukti disita satu unit sepeda motor, ponsel, dan sebilah pisau cap garpu yang digunakan saat membunuh korban.

"Tersangka sudah diamankan, dia membunuh temannya sendiri saat jalan-jalan," ungkap Iryansyah, Selasa (14/7).

Dari pengakuan tersangka, pembunuhan itu dilatarbelakangi tersinggung dengan korban yang selalu mengejek dengan kata-kata duda. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 351 ayat (3) tentang penganiayaan yang menyebabkan korban tewas juncto Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

"Motifnya kesal dan tersinggung yang kerap dibully korban dengan kata-kata duda," pungkasnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Ini Kendala Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Editor Metro TV
Kaki Dirantai, Mayat Pria Bertato 'Doa Ibu' Ditemukan Mengambang di Sungai
Polisi Buru Pembunuh Yodi Prabowo Lewat Ponsel & Sidik Jari di Barang Milik Korban
Polisi Periksa 23 Saksi Terkait Kasus Pembunuhan Editor Metro TV
Polisi: Hasil Autopsi Jenazah Yodi Prabowo Sudah 2-3 Hari di TKP Penemuan
Pelaku Penganiayaan Polisi Hingga Tewas di Sumbawa Meninggal Dunia

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami