Hot Issue

Tersirat Unsur Politik di Balik Rencana Cyber Army MUI DKI Bela Anies

Tersirat Unsur Politik di Balik Rencana Cyber Army MUI DKI Bela Anies
Anies Baswedan. ©2020 Merdeka.com/Instagram @aniesbaswedan
NEWS | 21 November 2021 06:32 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta dipertanyakan. Bukan karena tuntunannya untuk umat Islam di Ibu Kota. Tapi rencana membentuk cyber army demi membela Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di dunia maya.

MUI DKI Jakarta pasang badan. Siap melawan pihak-pihak yang menyerang Anies Baswedan. Selain Anies, cyber army akan melawan buzzer penyerang ulama. Tentu dengan medan pertarungan di dunia maya.

Jika melihat sejarah berdirinya, MUI bertugas membimbing dan menuntun umat Islam. Memberikan nasihat dan fatwa masalah keagamaan dan kemasyarakatan, menjadi penghubung antara ulama dan pemerintah.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai rencana MUI DKI Jakarta membentuk cyber army demi Anies tidak tepat. Justru cenderung diskriminatif dan kontraproduktif.

MUI DKI Jakarta seolah mengaku domba. Melalui cyber army, MUI DKI Jakarta terkesan membuat kubu antara Anies dan pihak lain.

"Menurut saya lebih baik MUI jangan membuat seperti itu," katanya saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (20/11).

Ada dua kemungkinan penyebab MUI DKI Jakarta ingin membentuk cyber army. Pertama, didorong politikus pendukung Anies. Tujuannya bisa saja untuk menaikkan popularitas Anies menjelang Pilpres 2024.

Selama ini, popularitas Anies kalah jauh dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Terlebih, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sedang disorot lantaran ngotot menggelar Formula E di tengah Pandemi Covid-19 yang belum berujung.

Masalah penanganan banjir ibu kota pun turut menjadi sorotan sejumlah pihak. Teranyar, DPRD DKI Fraksi PDIP mengkritisi efektivitas sumur resapan. Disebutnya, Anies menghamburkan banyak anggaran di tengah pandemi.

Kemungkinan kedua, MUI DKI Jakarta ingin membalas budi. Setiap tahun, MUI DKI Jakarta mendapat dana hibah sebesar Rp10 miliar dari Pemprov. Angka yang cukup besar.

"Masa jabatan Pak Anies kan sisa setahun ini. Jadi masa injury time dimanfaatkan betul-betul oleh orang-orang yang selama ini menikmati selama Pak Anies menjabat. Makanya disebut politik balas budi," ujarnya.

Menurut Trubus, pembentukan cyber army untuk membela Anies tidak akan memberi banyak dampak. Justru membuat masyarakat tidak berempati terhadap MUI DKI Jakarta.

"Lebih banyak offside daripada benefitnya," katanya.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tidak keberatan MUI membentuk cyber army untuk membela Anies. Dia beralasan semua organisasi berhak untuk melindungi siapapun.

"Semua organisasi punya hak dan kewajiban masing-masing apa yang diyakini dirasa baik silakan dikerjakan, dilaksanakan," kata Riza di kawasan Jakarta Timur, Sabtu (20/11).

Menurut dia, cyber army merupakan bentuk dari kreasi dan inovasi dalam sebuah organisasi. Riza juga menyebut hal tersebut baik untuk kepentingan orang banyak.

"Silakan berkreasi berinovasi membuat program-program yang baik untuk kepentingan masyarakat, termasuk siber. Sekarang masuk zaman digital informasi zaman media sosial," jelas Riza.

Hal serupa disampaikan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Iman Satria. Menurutnya, siapa saja berhak membela Anies. DPRD DKI sangat menghargai kebebasan untuk berpendapat setiap orang.

"Kalau kepribadian boleh-boleh saja dong, asal tidak dibiayai APBD," katanya.

Iman yakin, MUI tidak akan gegabah membentuk tim siber. Dia juga percaya rencana pembentukan tim siber di internal MUI DKI Jakarta tak berkaitan dengan dana hibah Rp10 miliar setiap tahun.

Menurut Iman, besaran anggaran tersebut wajar. Sebab, MUI DKI Jakarta memiliki banyak tugas.

"Tugas MUI itu kan banyak, mensertifikasi halal, mengeluarkan fatwa. Itu kan perlu rapat mereka, perlu survei, perlu ini. Kemudian fatwa ini kan enggak bisa sekali rapat," jelasnya.

Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar meminta jajarannya untuk membentuk pasukan siber yang bertugas membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di ruang maya.

Munahar memandang selama ini Anies telah bekerja keras untuk masyarakat Ibu Kota. Jika para pendengung atau buzzer mencari kesalahan Anies, maka Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI DKI Jakarta akan mengangkat keberhasilan Anies, baik itu tingkat nasional maupun internasional.

"Beliau ini termasuk 21 orang Pahlawan Dunia. Berita-berita saya minta MUI DKI yang mengangkatnya karena kita mitra kerja dari Pemprov DKI Jakarta," kata Munahar.

(mdk/rhm)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami