Tertekan Difitnah karena Dekat Sama Teman Wanita, Anak Kelas 6 SD Nekat Gantung Diri

Tertekan Difitnah karena Dekat Sama Teman Wanita, Anak Kelas 6 SD Nekat Gantung Diri
Ilustrasi Mayat. ©2013 Merdeka.com
NEWS | 10 September 2021 12:09 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun warga Kabupaten Sleman, DIY tewas karena gantung diri, Rabu (8/9). Pelajar kelas 6 SD ini ditemukan gantung diri dengan seutas tali di dalam kamarnya.

Kanitreskrim Polsek Sleman, Iptu Eko Haryanto mengatakan bahwa korban ditemukan meninggal dunia pertama kali oleh sang ayah. Diduga korban memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri karena merasa tertekan.

"Korban ditemukan menggantung sebelum pukul 8 malam oleh bapaknya di dalam kamar. (Korban gantung diri dengan) Menggunakan tali plastik yang biasanya dipakai untuk menggantung lampu,"kata Eko.

Eko menuturkan bahwa sebelum meninggal dunia, korban diketahui sempat bermain dengan teman-temannya di kamarnya. Kemudian teman-teman korban tersebut pamit pulang saat Magrib.

"Sebelum kejadian, korban main sama temannya waktu magrib di kamarnya. Terus temannya pamit pulang,"tutur Eko.

Eko menerangkan beberapa menit sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui sempat mengirim chat melalui aplikasi WhatsApp kepada seorang teman perempuannya. Dalam percakapan chat ini, korban sempat mengeluh jika banyak orang yang memfitnahnya.

"Di chatnya, 'kenapa kamu? Ya banyak orang yang memfitnah saya. Lha kenapa? Ya karena aku dekat kamu karena kamu cantik'," ungkap Eko.

Tak hanya mengirim chat ke teman perempuannya, sambung Eko, korban juga beberapa waktu sebelum meninggal dunia pun sempat memperbaharui status WhatsApp.

"Korban membikin status (Whatsapp). Intinya banyak orang yang memfitnah, mohon maaf cantik, jarak kita semakin jauh nantinya," tutur Eko.

Eko menambahkan jika korban sebelum meninggal tidak pernah cerita kepada ayah atau kakaknya mengenai masalah yang dihadapinya. Eko menuturkan korban adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dan semasa hidupnya tinggal korban menjadi anak piatu karena ibunya meninggal. (mdk/eko)

Baca juga:
Seorang Pria di Jatinegara Bunuh Diri Sambil Live di TikTok, Polisi Turun Tangan
Seorang Remaja di Tangerang Bunuh Diri, Polisi Temukan Senjata Api
Fungsi Indra Penciuman Sempat Hilang, Tahanan di Padang Ditemukan Gantung Diri
Terluka Parah, Pembunuh Istri di Garut Dirujuk ke Bandung
Peristiwa 10 September, Peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Ini Sejarahnya
Sempat Cekcok karena Masalah Ekonomi, Suami di Garut Bunuh Istri

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami