Tertibkan PKL, Pemkot Bogor akan Ubah Taman Topi Menjadi Alun-alun

PERISTIWA | 3 Desember 2019 13:10 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Pemerintah Kota Bogor menggusur ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah atau yang kerapa disebut PKL Taman Topi (Plaza Kapten Muslihat).

Kini tidak ada lagi penjual-penjual sepatu replika yang membuat Taman Topi sebagai salah satu surga sepatu murah di Kota Hujan.

Penggusuran bukannya tanpa alasan. Namun sebagai langkah awal dalam pembangunan Alun-alun Kota Bogor dengan mengubah wajah Taman Topi mulai 2020.

Pemkot Bogor pun mengeluarkan kebijakan untuk memindahkan para PKL ini ke Blok A Pasar Kebon Kembang, yang lokasinya tidak jauh dari lokasi PKL sebelumnya.

1 dari 3 halaman

Pemkot Jamin Penertiban Sesuai Prosedur

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menjelaskan pihaknya telah prosedur yang berlaku sebelum pembongkaran sejak Senin (2/12).

"Pertama kita komunikasi dulu secara efektif dengan pedagang, melalui ketua kelompok PKL dan kita sepakat untuk merelokasi ke beberapa tempat," kata Dedie, Selasa (3/12).

Kata Dedie, untuk sementara pedagang direlokasi ke Pasar Merdeka, kemudian ke Jalan Nyi Raja Permas hingga ke Jalan Bina Marga.

"Pendekatannya yakni peningkatan marwah PKL. Jadi pedagang kios di pasar, pendekatan program KUR perbankan. Ini semua menjadi bagian dari proses mencari solusi penertiban," jelasnya.

2 dari 3 halaman

Tahap Awal Pembangunan Alun-alun

Setelah PKL ditertibkan, Pemkot Bogor akan melanjutkan tahapan untuk mendukung pembangunan alun-alun, seperti lainnya seperti pemulihan drainase, pembongkaran trotoar, pembongkaran Taman Topi dan Taman Ade Suryani.

"Pembangunan alun-alun Kota Bogor anggaran berasal dari Bantuan Provinsi Jawa Barat Rp15 Miliar dan akan dimulai tahun 2020," katanya.

Para pedagang pun mengerti akan hal ini. Bahkan, mereka rela membongkar dan merapihkan lapak dagangannya sendiri tanpa harus dibongkar paksa petugas.

3 dari 3 halaman

PKL Rela Lapaknya Dibongkar

Seperti Naisa (50) pedagang sandal jepit mengaku telah mengemas dagangannya sebelum hari pertama penertiban. Namun sebenarnya dia berharap pembongkaran dilakukan usai Idul Fitri 2020.

"Pengennya abis lebaran soalnya kalau abis lebaran ramai yang belanja. Tapi ya mau gimana lagi harus pindah sekarang," kata dia. (mdk/ray)

Baca juga:
Lengan Crane Proyek Tol BORR Patah
7 Desember, Sistem 2-1 Kembali Diterapkan di Jalan Raya Puncak Bogor
Ibu Hendak Melahirkan Terjebak Macet, Masalah di Jalur Puncak Sangat Serius
Aksi Putra Mantan Kapolri Belah Kemacetan Puncak Demi Warga yang Hendak Melahirkan
Pemkab Bogor Siapkan Stadion Pakansari Jadi Lokasi Tes CPNS

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.