Tertular, 40 Orang Klaster Pasar Besar Palangka Raya Positif Covid-19

Tertular, 40 Orang Klaster Pasar Besar Palangka Raya Positif Covid-19
PERISTIWA | 2 Juni 2020 03:04 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - 40 Orang dalam klaster penularan Pasar Besar di Kota Palangka Raya positif tertular Covid-19. Mereka terdiri dari pedagang hingga pembeli.

"Saat ini total sudah ada 40 orang yang terpapar dan positif COVID-19 dari klaster Pasar besar. Mereka mulai dari pedagang, pembeli, hingga pekerja di Pasar Besar," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani di Palangka Raya, seperti dilansir Antara, Senin (1/6).

Guna menekan risiko penularan virus corona di Pasar Besar, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya melakukan pengaturan pedagang dan lalu lintas kendaraan di kawasan pasar terbesar di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.

"Pengaturan posisi pedagang pengalihan arus lalu lintas di kawasan Pasar Besar ini juga sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya untuk klaster Pasar Besar yang kasus positifnya terus meningkat," kata Emi di kawasan Pasar Besar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya Rawang mengatakan pemerintah terus mendata pedagang yang berjualan di kawasan Pasar Besar.

"Kita masih petakan jumlah pedagang di Jalan Jawa dan Jalan Seram dan kita bagi letaknya. Saya masih belum bisa menentukan berapa jumlahnya. Nanti yang tidak masuk diatur akan ada sanksi yang diberikan petugas. Apa yang yang kita lakukan untuk menjaga masyarakat dan untuk kepentingan umum," kata Rawang.

Kepala Polresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan pengaturan jarak pedagang dan pengalihan lalu lintas kendaraan diberlakukan di kawasan Pasar Besar mulai 1 Juni 2020.

"Mulai 1 Juni 2020 sore di pasar besar Kota Palangka Raya dilakukan penyekatan, pengaturan pembatasan pedagang. Pengalihan arus lalu lintas itu juga mulai diuji coba hari ini," kata Jaladri.

Selain itu, warga yang akan ke Pasar Besar harus melalui Jalan Irian. "Pengaturan pedagang, pembeli, dan rekayasa lalu lintas ini berlangsung sampai kasus COVID-19 di Pasar Besar dinyatakan normal. Artinya kebijakan saat ini berlangsung sampai waktu yang tidak ditentukan," katanya. (mdk/eko)

Baca juga:
Menag: Hari Pancasila saat Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Wujudkan Keberagaman
Wagub DKI Sebut Sekolah di Jakarta Belum akan Dibuka 13 Juli Mendatang
Fraksi PKS: Pancasila Beri Landasan Bertindak Menghadapi Covid-19
Percepat Pemeriksaan Sampel Covid-19, Sumsel Tambah Laboratorium dan 3 Mesin TCM
Seorang Pedagang di Denpasar Positif Corona, 76 Orang Di-rapid Test
Rapid Test 58 Kelurahan di DKI, 5.682 Orang Reaktif Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5