Tes Antigen Acak di Garut, 2 Wisatawan asal Subang Reaktif Covid-19

Tes Antigen Acak di Garut, 2 Wisatawan asal Subang Reaktif Covid-19
Tes antigen acak di terminal. ©CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP
NEWS | 21 Mei 2021 05:00 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Petugas pos penyekatan pada batas wilayah Garut-Bandung, tepatnya di di Kecamatan Kadungora, Garut, melakukan rapid test antigen acak terhadap pelaku perjalanan, Kamis (20/5). Hasilnya, dua orang wisatawan asal Kabupaten Subang, dinyatakan reaktif Covid-19.

Komandan Koramil Leles, Kodim 0611 Garut, Kapten Inf Didi menyebut , kedua wisatawan itu merupakan penumpang mobil yang dihentikan petugas."Keduanya hendak pulang ke Subang. Kebetulan di pos Kadungora juga sedang melakukan tes rapid antigen random kepada pengguna kendaraan. Ada sejumlah pengendara yang diuji antigen, namun yang diketahui reaktif hanya dua orang, yaitu warga Kabupaten Subang," sebut Didi.

Kedua orang warga Subang itu, kata Didi, sebelumnya berwisata di pantai selatan Subang. Mereka melakukan perjalanan bersama anak-anaknya.

Walau hasil tes menunjukkan hasil reaktif, namun kedua wisatawan itu tidak mengalami gejala apa pun. "Keduanya diminta untuk langsung pulang ke rumah dan melakukan isolasi mandiri," ungkapnya.

2 Orang Reaktif di Terminal Singaparna

Sementara itu, di Kabupaten Tasikmalaya, dua warga juga reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test antigen. Tes itu dilakukan tim dari Polres Tasikmalaya secara acak terhadap penumpang dan warga yang beraktivitas di sekitar Terminal Singaparna pada Kamis (20/5).

Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono menyebut, sasaran rapid antigen yang dilakukan pihaknya adalah calon penumpang bus, awak armada, dan pedagang di terminal. "Ini adalah salah satu upaya dalam mencegah dan menghindari penyebaran Covid-19 dari kegiatan para penumpang dari atau ke luar daerah," ujarnya.

Sekurangnya 100 orang warga menjalani tes antigen secara acak. Hasilnya, dua orang dinyatakan reaktif Covid-19. Keduanya merupakan calon penumpang asal Kecamatan Cigalontang dan pedagang asal Kecamatan Sukaraja. Karena merupakan warga Kabupaten Tasikmalaya, keduanya diminta langsung pulang dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Langkah selanjutnya akan diambil puskesmas sesuai domisili mereka. (mdk/yan)

Baca juga:
Ini Alasan Warga Lebih Pilih Tes Swab Antigen Dibanding Tes PCR
Warga Pilih Tes Antigen Dibanding PCR, Testing di Jakarta Menurun
Usai Libur Lebaran, Pemkot Tangerang Gencarkan Swab di Pasar Tradisional
Antisipasi Corona, Warga Pamulang Swab Antigen Gratis
Polda Metro melakukan Swab 3 T kepada Warga yang Baru Mudik di Kalibata
Tempat Singgah Sementara Bagi Pemudik di GOR Cipayung

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami