Tes Covid-19 Belum Optimal, Ridwan Kamil Tanya Doni Monardo untuk Libatkan Swasta

Tes Covid-19 Belum Optimal, Ridwan Kamil Tanya Doni Monardo untuk Libatkan Swasta
PERISTIWA | 6 Agustus 2020 13:33 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai kapasitas pengetesan Covid-19 masih belum optimal baik secara kuantitas sumber daya manusia hingga kemampuan laboratorium. Ia meminta saran kepada Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo Doni Monardo mengenai kemungkinan melibatkan pihak swasta untuk melakukan pengetesan.

Hal itu disampaikan usai Rapat Koordinasi Progress Penanganan Covid-19 dan Penyerahan Bantuan 2 Juta Masker dari BNPB kepada Pemprov Jawa Barat di Rumah Dinas Gubernur Jabar, Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8).

Menurutnya, Jawa Barat memiliki penduduk paling besar sekaligus penyangga seperlima ekonomi negara Indonesia. Artinya, potensi risiko serta kerawanan penyebaran Covid-19 pun paling besar. Sejauh ini, ia mengklaim jumlah pengetesan yang dilakukan sangat tinggi dan penganggulangan pandemi masih terkendali dibandingkan dengan provinsi lain, di luar DKI Jakarta.

"Kelemahan Jawa Barat karena faktor populasi adalah mengejar persentase testing. Itu saja, walaupun kalau dijumlah (tingkat pengetesan) kita ini sudah tertinggi di luar Jakarta ya. Per hari ini sudah 160.000 (testing). Provinsi tetangga, seperti Jawa Tengah Jawa Timur ada di bawahnya. Jadi dengan testing yang relatif lebih tinggi dibanding provinsi lain tapi angka kasus kami relatif lebih rendah," kata Ridwan Kamil.

Secara umum, kapasitas testing yang sanggup dilakukan sebanyak 5 ribu per hari atau kurang lebih sekitar 35 ribu testing setiap pekannya. Ia ingin kapasitas pengetesan bisa mencapai 50 ribu per pekan.

"Ada beberapa hal, ada tiga kalau boleh saya minta pendapat. Satu, kapasitas lab kami ini memang sudah mentok. Yang kedua, terima kasih sudah ada bantuan mobile mobile PCR (dari BNPB) itu membantu. Nah, yang ketiga Saya mau tanya ini ada tawaran dari pihak swasta (untuk peningkatan kapasitas test)," ucap dia.

Pria yang akrab disapa Emil ini menyebut, ada beberapa pihak dari swasta yang ingin ikut terlibat dalam upaya peningkatan testing Covid-19, namun mereka ingin ada kesepakatan dari Doni Monardo.

"Pengetesan saja oleh pihak ketiga itu. Tinggal kita bayar saja satu kali berapa dengan kualitas sama. Bedanya, mobilnya mereka sediain semua sediain," ucap dia.

"Nah kalau ini bisa pak yang ketiga Saya kira mengejar 50.000 per minggu untuk mengejar 1 persen penduduk kami 500.000 dari 50 juta mungkin secepatnya bisa tercapai," ia melanjutkan.

Baca Selanjutnya: Tanggapan Doni Monardo...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami