TGPF Novel Baswedan Sampaikan Hasil Akhir Temuan ke Publik Pekan Depan

TGPF Novel Baswedan Sampaikan Hasil Akhir Temuan ke Publik Pekan Depan
Novel Baswedan diperiksa tim pencari fakta. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko
NEWS | 9 Juli 2019 20:15 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Nur Kholis menegaskan pihaknya tidak akan mengulur waktu menyampaikan hasil akhir temuan pengungkapan perkara tersebut.

Usai menghadap Kapolri Jendral Tito Karnavian, hasil akan disampaikan ke publik, pekan depan.

"Progres kami akan sampaikan pada minggu depan," tutur Nur Kholis di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2019) malam.

Menurut Nur Kholis, pihaknya memang butuh waktu sebelum menyampaikan hasil temuan investigasi selama 6 bulan itu. Khususnya dengan menunggu Kapolri mempelajari hasil temuan tersebut.

"Laporan sudah disampaikan ke Kapolri dan beliau akan pelajari dalam waktu singkat," jelas dia.

Dia menyatakan bahwa tim sudah bekerja maksimal sesuai dengan batas waktu. Hasilnya, selama enam bulan laporan tersebut tertuang dalam 170 halaman dengan hampir 1500 lampiran.

"Saya pastikan laporan sudah lengkap," Nur Kholis menandaskan.

Sementara itu, anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyerangan Novel Baswedan, Hendardi menyampaikan, hasil akhir temuan investigasi selama enam bulan membuahkan hasil baik. Ada sejumlah data baru yang didapatkan dalam upaya mengungkap kasus tersebut.

"Pendek kata, tadi Pak Kapolri menyatakan bahwa ada progres baik yang ada kemajuan, progress yang baik, ada temuan-temuan baru di dalam investigasi kami," tutur Hendardi.

Dalam menemukan sejumlah fakta baru itu, TGPF dibantu oleh penyidik kepolisian. Hal itu lantaran sejak awal, tim bentukan Kapolri Jendral Tito Karnavian itu memang menggunakan investigasi Polri sebagai rujukan memulai penyelidikan.

"Kami berangkat dari penyelidikan polisi awal, itu model kami ya. Enggak mungkin kami tiba-tiba menerawang ya. Dari mana-mana ini kami ambil dari penyelidikan Polda Metro tepatnya ya pada saat itu. Itu yang kami kami coba uji kembali, yang termasuk adalah dengan kegiatan-kegiatan reka ulang ke TKP," jelas dia.

Termasuk juga pencarian berbagai saksi, penjelajahan antar alibi, dan pengembangan saksi baru.

"Karena itu kenapa kami ada di Ambon, kenapa kami ada di Malang, kenapa kami ke Kebumen, dan sebagainya. Jelas bukan pelesir. Itu urusannya adalah dalam rangka pengembangan saksi-saksi, mencari saksi-saksi baru yang bisa meyakinkan kami bahwa alibi-alibi orang-orang yang diduga terlibat atau terlibat di dalam kasus ini betul-betul memang merupakan alibi," Hendardi menandaskan. (mdk/ded)

Baca juga:false
Amnesty International Indonesia Referensi Kapolri Bentuk Tim Baru Kasus Novel
Komnas HAM Sebut TGPF Dapat Titik Terang Terkait Otak di Balik Penyerangan Novel
Kasus Novel Baswedan, Polri Tunggu Hasil Lengkap Temuan Tim Pencari Fakta
Minim Saksi di Lokasi Jadi Alasan Kapolda Metro Sulit Ungkap Kerusuhan 22 Mei
Minim Saksi di Lokasi Jadi Alasan Kapolda Metro Sulit Ungkap Kerusuhan 22 Mei
TGPF Kasus Novel Baswedan Tengah Susun Laporan untuk Diserahkan ke Kapolri
Amnesty International Indonesia Temui Kapolda Metro Tanya Kasus 22 Mei & Novel

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami