Tiba di Garut, 18 Pengungsi Kerusuhan Wamena Akan Jalani Trauma Healing

PERISTIWA | 10 Oktober 2019 09:54 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - 18 Warga yang mengungsi dari Wamena, Jayawiyaja, Papua, Rabu (9/10) malam, tiba di Garut setelah sebelumnya bertemu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Bandung. Mereka langsung dibawa ke Kantor Bupati Garut dan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan.

Salah seorang warga yang ada dalam rombongan, Ade Toto mengaku sangat lelah karena dua minggu tinggal di pengungsian.

"Alhamdulillah akhirnya saya bisa kembali ke kampung halaman tercinta," kata warga Kampung Jungsereh, Desa Cintadamai, Kecamatan Sukaresmi itu.

Selama di pengungsian, Toto mengaku yang dibayangkannya adalah keluarganya. Ia pun mengaku ingin segera berkumpul dengan keluarga setelah dua bulan lalu berangkat ke Papua dari Garut bersama lima orang keponakannya untuk berjualan wallpaper keliling. Kini, dia bersama kelima keponakannya pulang ke Garut.

Meski sempat mengalami trauma di Papua karena kerusuhan, Toto mengaku ingin kembali ke Papua jika keadaan sudah aman.

"Saya sudah merantau di sana sejak tahun 2000. Warga Wamena sebetulnya sangat baik kepada pendatang, hanya karena ulah oknum saja sehingga warga pendatang menjadi sasaran aksi dalam kerusuhan," ujar dia.

1 dari 1 halaman

Alami Trauma

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menyebut bahwa pihaknya akan memberikan trauma healing kepada 18 orang yang baru pulang dari Papua.

Dia mengatakan bahwa secara psikis banyak warga yang mengalami trauma usai kembali dari bumi Cenderawasih itu.

"Kondisi tersebut sangat tergambar jelas dari raut muka warga kita yang baru pulang dari Papua ini. Nanti Dinas Sosial akan menyiapkan tim untuk melakukan trauma healing," kata dia.

Helmi mengungkapkan, 18 orang yang dipulangkan merupakan warga dari lima kecamatan. Mereka akan diantarkan langsung oleh camatnya ke rumahnya masing-masing.

"Setelah diperiksa kesehatannya langsung diantarkan oleh para camat," kata Helmi.

Dia mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus melakukan pendataan warga yang masih berada di Papua. Helmi mengaku belum bisa memastikan jumlah warga Garut yang hingga saat ini masih berada di sana. (mdk/gil)

Baca juga:
Beda Cara Jokowi dan SBY Tangani Papua
Pesan Mendikbud: Jangan Sampai Anak-anak di Wamena Ngungsi Sekolah Terbengkalai
Selain Temui Pengungsi, Kapolri & Panglima TNI Bakal Tinjau Arena PON XX di Timika
Cerita Perantau Trauma Kembali ke Wamena usai Tempat Usaha Ludes Dibakar Massa
Ratusan Pengungsi di Jayapura Kembali ke Wamena Menumpang Hercules
Kegiatan Sekolah di Wamena Mulai Normal, Siswa Diberikan Trauma Healing
TNI Kerahkan Hercules dan Helikopter Angkut Pengungsi Kembali ke Wamena