Tidak Cuma Dieng, Gunung Bromo dan Semeru Juga Diselimuti Embun Es

PERISTIWA | 22 Juni 2019 18:09 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Kawasan Gunung Bromo dan Semeru lebih dingin dari hari biasanya, bahkan muncul salju sejak sepekan terakhir. Suhu berkisar antara 5 sampai 12 derajat celsius di siang hari. Sementara malam hari menyentuh 0 derajat bahkan lebih turun.

Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Syarif Hidayat mencontohkan, malam hari di Penanjakan dan sekitarnya suhu menyentuh sampai 0 derajat. Muncul fenomena frost atau embun upas berupa butiran es beberapa kali.

"Memasuki kemarau di sana sedang ada fenomena frost atau embun upas seperti butiran es. Meskipun tidak setiap hari, tapi sudah dilaporkan frost itu muncul," jelas Syarif Hidayat kepada Merdeka.com, Sabtu (22/6).

Kata Syarif bagi sebagian pengunjung, frost atau embun upas menjadi fenomena menarik yang eksotik, sehingga memang perlu diabadikan lewat foto atau video. Namun bagi petani setempat, memang tidak menguntungkan karena berdampak pada tanaman.

"Tetapi bagi petani memang musibah, karena pertanian atau daun tanaman pertanian yang terkena frost atau embun upas akan mengering dan mati," katanya.

Karena itu, kemudian dikenal dengan istilah embun upas yang artinya embun berbisa. Karena mengakibatkan kerusakan pada tanaman.

Kondisi seperti ini biasanya terjadi sepanjang musim kemarau yang terjadi diperkirakan antara April sampai September. Sepanjang rentang bulan tersebut fenomena embun upas biasanya terjadi.

"Jadi kemungkinan adanya fenomena frost itu di antara rentang bulan tersebut," tegasnya.

Sementara dari sisi kunjungan, hingga saat ini belum memberikan dampak negatif yang diakibatkan cuaca dingin. Para wisatawan masih cukup antusias dan belum dilaporkan adanya pengaruh atau dampak negatif.

Namun para pengunjung diimbau untuk tetap mengantisipasi terhadap cuaca ekstrem dengan memakai baju hangat. Wisatawan diminta melengkapi diri dengan jaket, sarung tangan, penutup kepala atau topi.

"Minuman makanan yang cukup, bahkan obat-obatan pribadi yang dibutuhkan, fisik harus prima. Selain itu apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terkait dampak cuaca dingin, segera menghubungi kantor atau petugas terdekat untuk dilakukan penanganan," jelasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Antisipasi Pengunjung Membeludak, Petugas Disebar di Kawasan Bromo dan Semeru
Ingin Mendaki Gunung Bromo, Begini Aturan yang Wajib Ditaati
BNPB Pantau Aktivitas 4 Gunung Berapi
Ratusan Hektare Tanaman Pertanian Terpapar Abu
Aksi Teletubies Menghibur Wisatawan Gunung Bromo
Penjagaan Kawah Gunung Bromo Diperketat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.