Tidak Pedulikan Imbauan Pemerintah, Warga di Blora Tetap Gelar Pesta Pernikahan

Tidak Pedulikan Imbauan Pemerintah, Warga di Blora Tetap Gelar Pesta Pernikahan
PERISTIWA | 28 Maret 2020 12:09 Reporter : Liputan6.com

Merdeka.com - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk belajar, bekerja dan beribadah dari rumah sekaligus tidak membuat kerumunan untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun di Blora, warga nekat menggelar menggelar pesta pernikahan besar-besaran di Aula Grha Oktana PEM Akamigas Cepu, Kamis kemarin.

Yang membuat tambah miris, tidak ada gerak cepat petugas keamanan untuk membubarkan pesta tersebut, seperti yang dilakukan di daerah lain. Diduga si empunya hajat tersebut diduga orang dekat Bupati Blora.

Maemunah, seorang warga kepada Liputan6.com mengatakan, dia kaget acara pesta sebesar itu tetap digelar di tengah instruksi untuk tetap di rumah karena corona Covid-19.

"Katanya kan tidak boleh bikin acara yang melibatkan orang banyak," ungkapnya.

Siti menyampaikan, hajat resepsi pernikahan tersebut digelar atas nama Tulus. Dia bilang, yang bersangkutan merupakan asistennya Bupati Blora. "Katanya sih anak buahnya Bupati, kalau memang benar justru harusnya memberikan contoh ke masyarakat. Bukan malah sebaliknya," kata Maemunah.

"Tadi saya pas lewat, acaranya ramai banget. Saya lihat polisi cuma duduk-duduk," katanya menambahkan.

Camat Cepu Luluk Kusuma Agung Ariadi kepada Liputan6.com mengatakan, pihaknya tidak hadir dalam acara resepsi pernikahan tersebut. Dia bilang, persoalan ini sudah ditangani oleh kepolisian.

"Infonya Pak Kapolsek Cepu sudah ditangani pihak polres Blora," kata Luluk.

Sementara Kapolres Blora, AKBP Ferry Irawan menjelaskan, sebetulnya pihaknya sudah melarang yang membuat acara tersebut untuk tidak menggelar resepsi pernikahan.

"Kita tidak memberikan izin acara tersebut. Sesuai maklumat Kapolri, yang bersangkutan tadi malam juga sudah kita imbau, namun mereka tetap ingin menggelarnya," katanya.

Mengenai maklumat Kapolri Idham Aziz, dia menjelaskan, bahwa isinya tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan virus corona. Tertuang kalimat agar kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak ditempat umum dan dilingkungan sendiri ditiadakan.

AKBP Ferry menyebut, pihaknya telah menjalankan imbauan maupun intruksi dari Kapolri dengan cara pendekatan, tanpa kekerasan.

"Prinsipnya, kita tetap mengedepankan upaya persuasif humanis. Apabila yang bersangkutan tetap ingin menggelar acara, kita pun tidak bisa mencegahnya," katanya.

Kapolres menyampaikan, langkah pidana akan diberikan sebagai langkah terakhir apabila mengancam keselamatan masyarakat.

"Acara tersebut sudah dipersiapkan lama, kita sudah mengkonfirmasi dinas kesehatan untuk datang ke lokasi agar mengecek dan memeriksa para tamu," katanya.

Pantauan Liputan6.com melalui data Kamis 26 Maret 2020, terdapat 61 warga dinyatakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan terdapat 2 warga dinyatakan terdapat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona Covid-19. (mdk/cob)

Baca juga:
Bikin Haru, Dua Sejoli Ini Menikah Lewat Video Call karena Pandemi Virus Corona
Hari Bahagia yang Tertunda Karena Corona
Demi Cegah Penularan Covid-19, Pasangan Ini Tunda Pernikahan
Ingin Menikah di Tengah Wabah Corona, Ini Saran Ridwan Kamil
Cerita Terbongkarnya Pernikahan Sesama Perempuan di Bengkulu
Kisah Tragis Mempelai Wanita di Malam Pertama, Baru Tahu Suaminya Ternyata Perempuan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami