Tiga masih Dirawat, 167 Jemaah Kloter Terakhir Embarkasi Makassar telah Tiba

Tiga masih Dirawat, 167 Jemaah Kloter Terakhir Embarkasi Makassar telah Tiba
Jemaah haji tiba di Makassar. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 13 Agustus 2022 22:03 Reporter : Ihwan Fajar

Merdeka.com - Panitia Pelaksanaan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar mencatat 7.224 orang dari 19 kelompok terbang (kloter) telah tiba di Makassar, Sulawesi Selatan. PPIH Embarkasi Makassar mencatat dalam pelaksanaan haji kali ini tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya masih tinggal di Arab Saudi karena menjalani perawatan di rumah sakit.

Sekretaris PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail mengatakan pihaknya bersyukur kloter 19 tiba di Makassar. Alasannya, kloter 19 merupakan kloter terakhir untuk embarkasi Makassar.

"Pada kloter ini bahwa jemaah haji yang tergabung dalam kloter 19 ini, Jeneponto sebanyak 157 jemaah, Makassar 1, Sidrap 9 jemaah. Bahwa Embarkasi Makassar telah memberangkatkan jemaah haji sebanyak 7.230 orang dan alhamdulillah, sampai kloter terakhir kami telah memulangkan sebanyak 7.224," kata Ikbal saat menerima kedatangan jemaah haji kloter 19 di Wisma Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Sabtu (13/8).

Kepala Bidang Pelaksanaan Ibadah Haji dam Umrah Kementerian Agama Sulsel ini mengungkapkan ada tiga jemaah meninggal dunia saat melaksanakan ibadah haji. Selain itu, masih terdapat tiga jemaah haji asal Makassar yang masih berada di Arab Saudi.

"Jemaah haji yang wafat di Saudi Arabia ada tiga orang. Dari Maluku Utara dua orang dan Maluku satu orang. Dan tiga jemaah haji kita masih dirawat di Mekkah, Saudi Arabia," tuturnya.

Sementara Direktur Pengelolah Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Kemenag RI, Jaja Jailani mengaku pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar dan pelayanan kepada jemaah sangat baik. Ia mengaku dari 105 ribu jemaah haji Indonesia, masih ada tiga orang berada di Arab Saudi.

"Tiga orang dari Sulsel ini masih di Arab Saudi karena mendapatkan perawatan di rumah sakit. Secepatnya jika tiga jemaah haji ini sudah sembuh akan langsung kita pulangkan," sebutnya.

Setelah selesai pelaksanaan haji 2022 ini, kata Jaja, Kemenag RI masih menunggu kepastian dari Kerajaan Arab Saudi soal kuota tahun 2023. Tak hanya itu, Kemenag RI juga menunggu informasi untuk melakukan perhitungan besaran Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2023.

"Kita lihat nanti bagaimana informasi dari Arab Saudi, di mana biaya Masyair tahun ini yang menyebabkan kenaikkan cukup signifikan per jemaah bisa Rp16 juta. Adapun untuk tahun 2023, karena kuota kita belum diumumkan dan bagaimana apakah pengelolaannya sama dengan 2022 ini atau ada perbedaan? kita masih menunggu," tuturnya.

Jaja berharap pelaksanaan haji 2023, kuota bisa kembali normal. Jika kuota jemaah haji kembali normal, maka daftar tunggu haji akan semakin pendek. (mdk/cob)

Baca juga:
Tiga Kloter Terakhir Tinggalkan Madinah Pulang ke Indonesia Besok
Hanya 4 Daerah di Papua Barat Tanggung Biaya Transportasi Jemaah Haji ke Makassar
Cuaca Ekstrem, 280 Koper Jemaah Haji Debarkasi Makassar Terpaksa Ditinggal di Madinah
Pengalaman Spiritual Mualaf asal Papua saat Naik Haji: Orang Arab Cium Badan Saya
Angka Kematian Jemaah Haji Rendah, Kapuskes: Pertama Dalam Sejarah

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini