Tiga Pemilik Agen Pemberangkatan ABK di Kapal Berbendera China Ditetapkan Tersangka

Tiga Pemilik Agen Pemberangkatan ABK di Kapal Berbendera China Ditetapkan Tersangka
PERISTIWA » MALANG | 17 Mei 2020 19:13 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dittipidum Bareskrim Polri menetapkan tiga agen yang memberangkatkan 14 ABK WNI bekerja di Kapal Long Xing 629 sebagai tersangka. Keputusan itu diambil usai penyidik merampungkan gelar perkara.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pemilik tiga agen tersebut yakni berinisial W dari PT APJ di Bekasi, F dari PT LPB di Tegal, dan J dari PT SMG di Pemalang.

"Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan tujuan ekspolitasi bermodus menjanjikan gaji, penempatan kerja dan waktu kerja tidak sesuai," kata Listyo lewat keterangannya, Minggu (17/5).

Sebelumnya, Kasus dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) ke sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) di kapal berbendera China yang sempat viral di Korea Selatan (Korsel), turut mendapat perhatian Polri. Sebanyak 14 ABK telah diminta keterangannya melalui pemeriksaan virtual.

"Kita sudah periksa 14 ABK-nya, sudah kita ambil keterangan," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo kepada Liputan6.com, Senin (11/5).

Dia menambahkan, pertanyaan pemeriksaan terkait dengan proses mereka hingga berangakat menjadi kru kapal di Long Xing. Selain itu, juga tentang perlakukan terhadap mereka selama di kapal yang diduga sebagai bagian eksploitasi.

"Itu yang kita tanyakan pada intinya," ujar Ferdy.

Tak hanya menggali keterangan dari para ABK, Polri juga menyelidiki keterlibatan perusahaan penyalur ABK tersebut. Polri mengumpulkan bukti-bukti untuk memperkuat hasil pemeriksaan itu.

"Kami harus koordinasi dengan Syahbandar untuk cek buku-buku kapal 14 crew ini. Kami punya surat tiket yang harus kami ambil keterangan ke Cathay Pacific. Khusus untuk dugaan eksploitasi di kapal Long Xing berbendera China, kami harus kordinasi di hubinter dan kemenlu karena itu di luar wilayah yuridiksi Indonesia. Jadi itu kita tidak bisa tangani tapi nanti yang nangani kemungkinan pemerintah RRC," ujar dia.

tiga agen yang memberangkatkan 14 abk wni bekerja di kapal long xing

Polisi menyelidiki persyaratan sebelum berangkat seperti pelatihan, admistrasi wawancara, dan administrasi perusahaan. Polisi menduga para ABK tersebut menjadi korban human trafficking. Jika pun nanti sudah terang pidanannya, prosesnya akan naik menjadi penyidikan.

"Nah seperti apa pola kerja sama mereka namun telah terjadi dugaan eksploitasi, ada pelarungan jenazah ke laut, tidak sesuai dengan kontrak. Itu yang sedang kami buat terang. Kemudian juga dugaan jam kerja 18 sampai 30 jam terus masalah penggajian para kru kapal sebagaian ada yang udah dibayar sebagian belum. Tapi kontrak kerjanya dari 4 PT masing-masing berbeda-beda sedang kami pilah pilah," imbuh Ferdy.

Sementara itu, Kasubdit III Ditipidum Bareskrim Polri Kombes John W Hutagalung menambahkan, 14 ABK yang dikirim dari empat PT yang berbeda sedang didalami perannya masing-masing. Pihaknya akan menegakkan jika terbukti ada pelanggaran.

"Polri akan melakukan penegakan hukum khususnya terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab di Indonesia dalam hal ini sponsor atau PT yang bersangkutan," ujar John W Hutagalung.

Terkait dengan empat sponsor penyalur ABK itu, dia mengungkapkan perusahaannya resmi. Lokasinya pun berada di daerah berbeda. "PT ada di Tegal, ada yang di Jakarta, saya lupa dua lagi di mana," ujar dia.


Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami