Tiga Tersangka Baru Korupsi Taman Rekreasi Madina Langsung Ditahan

PERISTIWA | 10 September 2019 18:03 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) memeriksa tiga tersangka baru dalam kasus korupsi pengerjaan proyek RTH Taman Tapian Siri-Siri dan Taman Raja Batu di Mandailing Natal (Madina). Ketiga pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pemkab Madina itu pun langsung ditahan, Selasa (10/9).

Ketiga tersangka baru yang ditahan yakni: SD (46) selaku Plt Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Madina, serta NS (45) dan LS (48) yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) di Dinas PU dan Tata Ruang Madina.

"Mereka ditetapkan sebagai tersangka sejak dua bulan lalu," ucap Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, Selasa (10/9).

SD, NS, dan LS, langsung ditahan usai diperiksa selama 5 jam sebagai tersangka di Kejati Sumut. Mereka langsung dikirim ke Rutan Tanjung Gusta.

"Hari ini pada pukul 15.00 Wib, ketiganya ditahan dan dititipkan ke Rutan Tanjung Gusta untuk 20 hari ke depan. Pertimbangannya karena ketiga tersangka dinilai tidak kooperatif lantaran mangkir pada panggilan pertama," sebut Sumanggar.

Ketiga tersangka dinilai berperan dalam proyek yang dikerjakan tanpa ada kontrak itu. Mereka diduga merekayasa administrasinya.

"Seolah-olah penyediaan barang jasa melalui metode pengadaan langsung benar dilaksanakan," sebut Sumanggar.

Dalam proyek pengerjaan RTH Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu di Madina diduga telah terjadi tindak pidana korupsi dengan potensi kerugian negara sebesar Rp1,4 miliar di Dinas Perkim dan Rp2,8 miliar di Dinas PU dan Tata Ruang. Nilai itu sesuai hasil audit akuntan publik.

Pengerjaan proyek itu diduga tanpa perencanaan. Lokasi pembangunannya di lahan sempadan atau bantaran sungai tanpa ada izin pihak terkait.

"Selain itu proyek ini dikerjakan tanpa melalui mekanisme tender," jelas Sumanggar.

Pengerjaan proyek ini melibatkan sejumlah instansi, seperti Dinas Perkim, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta DInas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. Namun penyidik masih fokus untuk Dinas Perkim dan Dinas PU dan Tata Ruang.

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 junto Pasal 3 junto pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sebelumnya, Kejati Sumut sebelumnya juga telah menahan tiga tersangka dalam kasus ini. Ketiganya yakni pejabat Dinas Perkim Madina sebagai tersangka, yaitu: RL, Plt Kadis Perumahan dan Permukiman (Perkim) Madina; beserta EJ dan KA, keduanya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Perkim Madina. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Tanjung Gusta sejak Juli 2019 silam.

Baca juga:
Komisi III Sindir ICW Dkk: Jangan Teriak Dari Lorong Gelap, Datang ke DPR
KPK Periksa Nurdin Basirun Terkait Suap Reklamasi Kepulauan Riau
Siang Ini, KPK Umumkan Tersangka Korupsi Sektor Migas
Tiga Tersangka Dilantik Jadi Anggota DPRD Kepri
Terbukti Korupsi DAK, Bupati Cianjur Divonis 5 Tahun Penjara
Debitur Melenggang, Terpidana Korupsi Rp117,5 Miliar Diringkus di Bekasi
Ekspresi Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria Usai Jalani Pemeriksaan KPK

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT