Tiga Warga Meninggal Akibat Banjir Bandang Sukabumi

Tiga Warga Meninggal Akibat Banjir Bandang Sukabumi
Ilustrasi Banjir bandang. merdeka.com
PERISTIWA | 25 September 2020 11:40 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati mengatakan banjir bandang yang menerjang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menewaskan tiga warga. Tiga warga ini sempat dilaporkan hilang saat banjir bandang terjadi pada Senin (21/9), pukul 17.00 WIB.

"Selang sehari, dua warga hilang tersebut dapat ditemukan tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Satu korban meninggal lainnya dapat berhasil dievakuasi," katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (25/9).

Raditya menjelaskan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi, 283 KK atau 924 jiwa ikut terdampak banjir dan 210 jiwa mengungsi. Sementara itu, 10 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan sejak hari pertama kejadian.

BPBD Sukabumi juga mencatat kerugian materiil pada sektor pemukiman di sejumlah kecamatan di Sukabumi. Yakni, rumah rusak ringan (RR) 151 unit, rusak sedang (RS) 49 dan rusak berat (RB) 82.

"Sedangkan pada infrastruktur umum, jembatan RS 1 unit, jembatan RB 7 dan jembatan terancam 1. Kerusakan lain berupa pipa air bersih RB 1, TPT 1 bendungan RB 1 dan musala RS 1," sambungnya.

Sebagai informasi, banjir bandang di Sukabumi dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit air meluap di Sungai Citarik, Cipeuncit dan Sungai Cibojong. Setelah kejadian, Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari, terhitung mulai 21 hingga 27 September 2020. (mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami