Tim Advokasi Desak MA Jamin Hakim Beri Vonis Terdakwa Penyerang Novel Secara Objektif

Tim Advokasi Desak MA Jamin Hakim Beri Vonis Terdakwa Penyerang Novel Secara Objektif
PERISTIWA | 15 Juli 2020 18:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim Advokasi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan meminta Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syarifuddin meninjau langsung sidang vonis perkara penyerangan air keras terhadap Novel.

Tim advokasi meminta MA menjamin objektifitas Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara jelang sidang vonis yang akan digelar pada, Kamis, 16 Juli 2020 besok.

"Tim Advokasi Novel Baswedan mendesak, Ketua MA untuk memberikan jaminan bahwa majelis hakim yang menyidangkan perkara ini akan bertindak objektif dan tidak ikut andil dalam peradilan sesat," ujar Kurnia Ramadhana, Rabu (15/7).

Tim Advokasi Novel juga meminta Komisi Kejaksaan memeriksa para penuntut umum atas dugaan pelanggaran etik. Penuntut umum diketahui menuntut dua terdakwa penyerang Novel, Rahmat Kadir Mahulette, dan Ronny Bugis masing-masing satu tahun penjara.

"Komisi Kejaksaan harus memeriksa dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh jaksa penuntut umum," kata Kurnia.

Tak hanya itu, tim advokasi juga meminta Komisi Yudisial aktif mendalami dan memeriksa indikasi dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim.

Terhadap Propam Mabes Polri, tim advokasi juga meminta segera memeriksa Kadivkum, Irjen Rudy Herianto, yang sebelumnya menjadi penyidik kasus ini lalu kemudian menjadi kuasa hukum dua terdakwa.

"Terlebih terdapat dugaan penghilangan barang bukti dilakukan oleh yang bersangkutan (Irjen Rudy)," kata Kurnia.

Terakhir, tim advokasi mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen untuk membongkar kasus penyerangan terhadap Penyidik KPK, Novel Baswedan.

"Jika hal ini (pembentukan TGPF) tidak dilakukan, maka Presiden layak dikatakan gagal dalam menjamin keamanan warga negara mengingat Kapolri dan Kejagung berada di bawah langsung Presiden, terlebih lagi korban merupakan penegak hukum," kata dia.

Reporter: Fachrur Rozie (mdk/gil)

Baca juga:
Novel Baswedan soal Kasusnya Jelang Vonis: Tak Boleh Menghukum yang Tak Berbuat
Novel Baswedan: Teror Terhadap Pejuang Antikorupsi Tak Pernah Terungkap
Pakar Hukum UGM Nilai Tim Hukum Novel Berpeluang Digugat Balik Jika Tanpa Bukti
Cerita Novel Baswedan yang Menaruh Curiga pada Irjen Rudy Heriyanto
Diduga Hilangkan Bukti Kasus Novel, Eks Direskrimum Polda Metro Dilaporkan ke Propam
KY Berharap Vonis Hakim Pada Dua Penyerang Novel Baswedan Sesuai Fakta Persidangan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami