Tim Advokasi Sebut Vonis Penyerang Novel Baswedan Sandiwara Hukum

Tim Advokasi Sebut Vonis Penyerang Novel Baswedan Sandiwara Hukum
PERISTIWA | 17 Juli 2020 11:20 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Perwakilan Tim Advokasi Novel Baswedan, Kurnia Ramadhana memberi selamat atas sempurnanya sandiwara hukum terhadap kliennya. Menurutnya, tuntutan jaksa yang dinilai ringan adalah kunci terhadap vonis hakim kepada dua terdakwa.

"Nyaris tidak ada putusan yang dijatuhkan terlalu jauh dari tuntutan, kalau pun lebih tinggi dari pada tuntutan. Misalnya tidak mungkin hakim berani menjatuhkan pidana 5 tahun penjara untuk terdakwa yang dituntut 1 tahun penjara," tulisnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/7).

Menurutnya, vonis yang terbilang ringan ditujukan agar terdakwa tidak dipecat dari Kepolisian dan menjadi whistle blower/justice collaborator.

"Skenario sempurna ini ditunjukkan oleh sikap terdakwa yang menerima dan tidak banding meski diputus lebih berat dari tuntutan penuntut umum," ujarnya.

Kurnia dan Tim Advokasi Novel Baswedan berkeyakinan, barang dan alat bukti yang dihadirkan di persidangan tidak memiliki keterkaitan serta kesesuaian dengan para terdakwa.

Karenanya, putusan majelis Hakim harus dikatakan bertentangan dengan Pasal 183 KUHAP yang mengamanatkan Hakim harus memiliki keyakinan dengan didasarkan dua alat bukti sebelum menjatuhkan sebuah putusan.

Kurnia mengungkapkan, Tim Advokasi Novel Baswedan sudah mengendus sandiwara hukum ini sejak awal persidangan. Tentu, pihak diuntungkan adalah kedua terdakwa.

"Kesimpulan itu bisa diambil dari dakwaan, proses unjuk bukti, tuntutan Jaksa, dan putusan yang memang menafikan fakta-fakta sebenarnya," tutupnya.

Baca Selanjutnya: Sebelumnya majelis hakim memvonis dua...

Halaman

(mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami