Tim Hukum Jokowi Bakal Hadirkan Ahli Hukum dari UGM dan Unpad di Sidang MK Besok

PERISTIWA | 20 Juni 2019 20:46 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Tim hukum Capres dan Cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin memberikan keterangan dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (21/6) besok. Kubu 01 berencana menghadirkan dua orang saksi ahli besok.

Anggota Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, Luhut Pangaribuan memastikan akan menghadirkan dua orang saksi hukum. Dua orang itu dihadirkan untuk memberikan pendapat terkait kecurangan terstruktur sistematis dan masif dalam Pemilu.

Dua ahli yang bakal dihadirkan adalah ahli hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Eddy Hiariej dan ahli hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) Heru Widodo.

"Berkaitan TSM sudut pemilu. Kami sudah bicarakan profesor doktor Eddy Hiariej dari UGM dan TSM perspektif bicara tata negara doktor Heru Widodo karena dia menulis disertasi tentang itu," ujar Luhut usai sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat Kamis (20/6).

Sementara itu, Luhut belum memastikan jumlah saksi fakta yang akan dihadirkan besok. Saksi fakta sendiri bisa dihadirkan sampai maksimal 15 orang. Menurutnya, belum tentu bakal menghadirkan 15 orang karena mubazir.

"Kami tetap akan hadirkan tapi jumlah tidak besar yang dialokasikan," ucapnya.

Baca juga:

Di Sidang MK, Ketua KPU Banggakan Situng yang Pertama di Dunia

Ini Keterangan Tertulis Ahli KPU soal Kedudukan Anak BUMN

Bawa Pembanding, KPU Jelaskan Amplop Cokelat Dipersoalkan Saksi Tim Hukum Prabowo

KPU Tunjukan Amplop ke Tim Kuasa Hukum 02

Mahfud MD Nilai Saksi Prabowo di Sidang MK Belum Buktikan Dalil Gugatan

Alasan BW dan Denny Indrayana Tidak Hadir Sidang Mahkamah Konstitusi Hari Ini

Kasad Tegaskan Tak Ada Permintaan Tim Prabowo Soal Prajurit Jadi Saksi di MK

(mdk/gil)