Tim Kuasa Hukum Sebut Surat Pergantian dan Honor Shalfa Tidak Sesuai

PERISTIWA | 6 Desember 2019 21:20 Reporter : Imam Mubarok

Merdeka.com - Tim kuasa hukum Shalfa AS, atlet senam artistik asal Kota Kediri yang dipulangkan karena isu keperawanan mengungkap dua fakta baru yang dialami kliennya.

Pertama terkait surat pergantian atlet Shalfa AS yang dikirimkan ke penyelenggara SEA Games 2019, berisi bahwa Shalfa Avrila Siani tidak bisa tampil, dikarenakan sakit. Fakta kedua tentang honor atlet yang diterima tidak sesuai, serta penguasaan kartu ATM oleh pelatih.

"Seperti pengaduan yang kita sampaikan kemarin ada beberapa yang belum dipenuhi, terkait hak-hak atlet khususnya honor sebagai atlet Pusltda dan Pelatnas, informasi yang kita terima rekening daripada atlet tersebut baik buku tabungan dibawa oleh pelatih. Alasannya yang disampaikan melalui keluarga untuk keperluan masa depan. Namun informasi yang diberikan keluarga, saat meminta untuk biaya pendidikan, ternyata tidak diberikan, tetapi pihak pelatih menyampaikan itu merupakan tanggung jawab keluarga (tanggung jawab membiayai pendidikan)," kata Imam Muklas kepada sejumlah wartawan, Jumat (6/12).

Pihak kuasa hukum menunjukkan surat pergantian atlet yang dikirimkan ke pihak penyelenggara. Di mana isi surat tersebut tidak sesuai dengan keterangan PB Persani tentang pemulangan Shalfa Avrila Siani.

Surat yang dikirimkan ke penyelenggara SEA Games 2019 menerangkan bahwa Shalfa Avrila Siani tidak bisa tampil dikarenakan sakit dan harus menjalani perawatan. Tentunya, hal itu bertolak belakang dengan keterangan PB Persani beberapa waktu lalu, bahwa Shalfa Avrila Siani tidak bisa ikut SEA Games karena penurunan prestasi.

Atas temuan tersebut, kuasa hukum menyayangkan tidak konsistennya PB Persani dalam menanggapi masalah ini. Terlebih, informasi yang diterima keluarga SF harus pulang karena isu keperawanan.

Kuasa hukum juga menyampaikan bahwa terkait honor atlet yang diterima Shalfa Avrila Siani kurang sesuai dengan kesepakatan. Siswi kelas 12 tersebut yang selama ini tergabung dalam Puslatda dan Pelatnas sejatinya menerima honor Rp4.000.000 dan Rp6.000.000 per bulannya.

Namun keterangan dari keluarga, selama ini Shalfa hanya diberikan uang sebesar Rp200.000 per bulan. Sedangkan untuk kartu ATM dan buku tabungan, selama ini dibawa oleh pelatih.

"Yang diterima Shalfa tidak sesuai, hanya diberi Rp200.000 tiap bulan oleh pelatih. Padahal honor untuk Pelatnas Rp4.000.000 dan Rp6.000.000 per bulannya kurang lebih selama 19 bulan. Itu langsung ditransfer dari KONI ke rekening masing-masing atlet di Bank Jatim. Saya konfirmasi Shalfa rekening itu dibawa pelatih," ungkapnya.

Sementara itu, rencananya kepala pelatih senam Indra Sibarani akan berkunjung ke rumah Shalfa dalam waktu dekat. Namun dari pengakuan kuasa hukum atlet, pihak keluarga belum bisa menerima kunjungan tersebut, dikarenakan masih mengalami trauma psikis.

Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan dari pihak pelatih terkait pernyataan keluarga Shalfa tersebut. (mdk/cob)

Baca juga:
Mental Atlet Senam Kediri yang Dituduh Tak Perawan Sempat Drop
Khofifah Minta Pelatih Minta Maaf Soal Dugaan Atlet Kediri Tidak Perawan
Menko PMK Kecewa Atlet Tak Diikutkan SEA Games karena Isu Keperawanan
Wali Kota Kediri Heran Pelatih Coret Atlet Senam Hanya Karena Indisipliner
Atlet Sea Games Dicoret Karena Keperawanan, Keluarga dan Pelatih Perlu Dipertemukan
Air Mata Shalfa Avrila Tanggapi Isu Miring Hingga Tak Mau Lagi jadi Atlet

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.