Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 di OKU Sumsel Kekurangan Personel

Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 di OKU Sumsel Kekurangan Personel
Pemakaman korban Covid-19. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki
NEWS | 1 Agustus 2021 02:33 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Tim pemakaman COVID-19 Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan kekurangan personel yang hanya berjumlah sembilan orang. Hal ini menghambat proses penguburan jenazah jika terjadi lonjakan kasus warga meninggal dunia akibat terpapar virus corona.

"Seperti saat proses pemakaman jenazah COVID-19 beberapa waktu lalu sempat tertunda selama berjam-jam akibat kekurangan petugas pemakaman," kata Koordinator Pemakaman Jenazah COVID-19 Ogan Komering Ulu (OKU), Darman Safei di Baturaja dilansir Antara, Sabtu (31/7).

Menurut dia, lonjakan kasus COVID-19 meninggal dunia sejak beberapa hari terakhir membuat petugas pemakaman kewalahan melakukan penguburan jenazah karena kekurangan jumlah personel.

Kasus meninggal dunia yang terjadi hampir setiap hari membuat petugas tidak memiliki jeda waktu untuk memakamkan jenazah sesuai standar protokol kesehatan.

Oleh sebab itu, ia mendesak agar Pemkab OKU melalui dinas terkait melakukan penambahan personel agar proses pemakaman jenazah COVID-19 berjalan maksimal.

"Saat ini tim pemakaman COVID-19 di OKU hanya sembilan orang, sedangkan angka kematian terus meningkat. Jadi kami minta penambahan personel," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta tambahan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) sebagai cadangan untuk digunakan saat memakamkan jenazah yang terpapar virus corona.

Sementara itu, Kasi Pemakaman COVID-19 Dinas Sosial Kabupaten OKU, Yusiwan secara terpisah mengaku keterlambatan proses pemakaman jenazah beberapa waktu lalu terjadi karena meningkatkan kasus kematian sehingga ada jeda waktu bagi petugas untuk memakamkan pasien yang terpapar virus corona.

"Jadi, untuk petugas pemakaman tidak kurang. Hanya saja beberapa hari terakhir memang terjadi lonjakan kasus meninggal dunia sehingga ada jeda proses pemakaman jenazah," tegas dia.

Berdasarkan data dari Satgas COVID-19 Kabupaten OKU per 29 Juli 2021 angka kematian akibat virus corona di wilayah itu mencapai 56 orang dengan kasus aktif sebanyak 88 kasus. (mdk/ray)

Baca juga:
Positif Covid-19, Tenaga Kesehatan Hamil 7 Bulan di Bantul Meninggal Dunia
Potret Aktivitas Pemakaman Jenazah Korban Covid-19 di Malam Hari
Pasien Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet Berkurang 297 Per 1 Agustus 2021
Kasus Kematian dan Aktif Covid-19 di Jakarta Turun
Cerita Anies Jenguk 2 Harimau Sumatera Positif Covid-19 di Taman Margasatwa Ragunan
KSP: Tenaga Kesehatan Mulai Keluhkan Kelelahan Lacak Pasien Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami