Tinggalkan Cara Lama, Pemilihan Ketua OSIS SMA di Bondowoso Pakai E-Voting

PERISTIWA | 4 Oktober 2019 04:34 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Kampanye untuk mencintai lingkungan terus menggema ke berbagai kalangan serta mendorong perubahan perilaku di masyarakat. Salah satunya seperti yang dilakukan di SMA Negeri 2 Bondowoso, Jawa Timur. Mereka mencoba mengadakan pemilihan ketua OSIS yang tidak biasa, yakni menggunakan teknologi komputer. Tujuannya, tidak lain untuk menghemat penggunaan kertas.

Pesta demokrasi tingkat sekolah ini dihelat oleh MPK (Majelis Permusyawaratan Kelas) -semacam lembaga parlemen tingkat sekolah- SMAN 2 Bondowoso. Mereka menggunakan aplikasi e-Voting. Lima laboratorium komputer disulap menjadi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Ini pertama kalinya kami menggunakan sistem e-voting. Aplikasi yang digunakan dibantu pembuatannya oleh guru mata pelajaran Teknologi Informasi (TI) kerena memang SMA 2 memiliki kemampuan untuk membuat aplikasi tersebut," ujar Ketua MPK SMAN 2 Bondowoso Kania Venisa Rahim di sela pelaksanaan e-Voting, Kamis (3/10).

Dibandingkan sistem konvensional yang biasa digunakan selama ini, lanjut Kania, e-Voting memiliki beberapa keunggulan. "E-Voting ini selain lebih mudah, juga hemat waktu dan biaya. Selain itu yang lebih utama adalah hemat kertas sebagai ide awal dari pelaksanaan sistem ini," jelas Kania.

Penghematan ini karena penyelenggara tidak perlu membeli banyak kertas seperti biasanya. Adapun komputer yang digunakan juga sudah ada dan biasa dipakai untuk pelajaran sehari-hari. "Kalau listriknya kan standar. Selain itu, waktu penggunaan komputer untuk memilih juga tidak lama," papar Kania.

Setiap pemilih, diberi waktu maksimal tiga menit untuk menentukan pilihannya di bilik suara berupa komputer. Jika menggunakan sistem konvensional, pemilihan Ketua OSIS bisa memakan waktu hingga 5 jam. Namun dengan e-Voting, cukup 2 jam saja.

"Sebenarnya, dengan berbasis digital ini, pemilihan bisa langsung terhitung dan diketahui hasilnya. Cuma memang sengaja tidak langsung diumumkan, biar greget," ujar Kania sembari tersenyum.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala SMAN 2 Bondowoso, Muhammad Subeki sangat mengapresiasi inisiatif dari anak didiknya dalam mengadakan pemilihan Ketua OSIS sistem digital ini.

"Baru sekarang ini berbasis digital. Sudah tidak menggunakan yang manual lagi," jelasnya.

Para pelajar di sekolahnya, menurut Subeki, juga tidak terlalu kesulitan menggunakan sistem yang baru. Pemilihan Ketua OSIS dengan sistem e-Voting ini juga menjamin asas Luber dan Jurdil.

"Kalalu berbasis digital seperti ini salah satu kelebihannya adalah tingkat kepercayaan dan kredibelitasnya yang lebih bisa dipertanggungjawabkan, dibanding yang konvensional," papar Subeki.

Baca juga:
Komisioner KPU Pertanyakan Kesiapan Infrastruktur untuk Terapkan Sistem e-Voting
Tekan Biaya Politik, Ketua DPR Usul Pemilu Pakai e-Voting
Mendagri ingin pemilu 2019 gunakan sistem e-voting
Ini yang bikin Mendagri pikir-pikir terapkan e-voting di Pemilu 2019
Kabupaten di Gorontalo gelar e-voting Pilkades pakai teknologi BPPT
Mendagri berharap e-voting bisa dilaksanakan di Pemilu 2019

(mdk/cob)