Tinjau Sungai Citarum, Luhut Lihat Kualitas Air Masih Belum Bagus

PERISTIWA | 28 Agustus 2019 21:46 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Program penataan Sungai Citarum yang dicanangkan pemerintah pusat bernama Citarum Harum sudah berjalan hampir 16 bulan. Meski diklaim ada kemajuan, namun perkembangannya masih belum berjalan maksimal.

Hal itu mengemuka saat Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan meninjau perkembangan Sungai Citarum di Kabupaten Bandung, Rabu (28/8). Ia mendatangi beberapa tempat, di antaranya hulu Sungai Citarum di Situ Cisanti Kertasari hingga melihat IPAL Terpadu Cisirung Dayeuhkolot.

"Kita evaluasi, sekarang ini sudah 16 bulan (program Citarum Harum berjalan), jadi progresnya gimana nih kan. Dulu setahun sebelum kita datang, dulu parah sekarang lumayan. Dulu banyak yang pesimis sekarang kan kita lihat hasilnya. Makasih banyak untuk TNI, LSM dan Pemda, Bupati yang sudah bekerja," ucap dia.

Luhut mengatakan, beberapa program untuk memperbaiki kualitas air terus dilakukan. Di antaranya penyebaran bakteri dan kimia untuk menetralisir kandungan limbah yang ada dalam air.

Selain itu, sosialisasi mengenai program ini terus berjalan sekaligus kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya dari Jerman serta relawan untuk membantu mengolah sampah.

"Tadi kita juga bikin insenerator, tapi ini juga bukan pilihan yang terbaik jadi kita mesti cari solusi lain," ujar Luhut.

Meski begitu, ia mengakui bahwa perkembangan penataan Sungai Citarum masih belum maksimal. "Ikan sudah mulai tumbuh, ya memang belum memenuhi standar. Ada campuran kimia untuk menetralkan air. Kualitas air masih jauh (belum bagus)," terang Luhut.

Untuk diketahui pemerintah provinsi Jawa Barat mengajukan Rp605 miliar untuk program Citarum Harum 2019 ini. Dana tersebut dialokasikan untuk operasional Kodam III Siliwangi sebesar Rp300 miliar, pembangunan danau retensi sebesar Rp200 miliar, pengadaan 10 unit excavator Rp20 miliar, operasional dan pemeliharaan 10 unit excavator Rp8,5 miliar, pengadaan 19 insenerator sebesar Rp12,5 miliar, normalisasi lokasi oxbow Rp46,5 miliar dan pembangunan 2.050 MCK Rp12,3 miliar. (mdk/gil)

Baca juga:
Dana Rp1,4 Triliun dari Bank Dunia untuk Sampah Citarum Berupa Utang
Bank Dunia Suntikkan Dana Rp1,4 Triliun Atasi Sampah di Sungai Citarum
Banjir & Longsor di Sulsel, BNPB Adopsi Konsep Revitalisasi Sungai Citarum
70 Persen Pencemaran Sungai Citarum Berasal dari Limbah Domestik
Gubernur Jabar Tagih Anggaran Penataan Citarum ke Luhut Panjaitan
Menko Luhut: Pencairan Dana Revitalisasi Sungai Citarum Tidak Terlambat
Di Depan Luhut, Ridwan Kamil Janji Percantik Citarum Kurang Dari 7 Tahun

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.