Tito Tak WFH Demi Terima Bantuan Rapid Test dan APD dari Singapura

Tito Tak WFH Demi Terima Bantuan Rapid Test dan APD dari Singapura
PERISTIWA | 3 April 2020 17:42 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah tengah gencar mengimbau physical distancing demi mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19, bahkan kerja di rumah. Para pejabat seperti Wakil Presiden Ma'ruf Amin pun sudah melakukan tele conference dengan Gubernur DKI dan Jawa Barat, dan membatasi pertemuan.

Namun, berbeda dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Hari ini dia menerima Duta Besar Singapura, Anil Kumay Naya di kantornya.

Adapun dalam keterangan tertulis tersebut, Tito menerima bantuan ribuan alat tes virus Covid-19 dari Pemerintah Singapura. Selain itu ada bantuan lain, seperti Alat Pelindung Diri atau APD untuk tenaga medis.

"Hari ini hari Jumat tanggal 3 April 2020, kita menerima bantuan dari Pemerintah Singapura untuk Indonesia," kata Tito dalam keterangannya, Jumat (3/4/2020).

Dia pun menuturkan bantuan itu berjumlah sekitar 10 ribu. "Beliau hari ini menyerahkan alat tes kit untuk covid sebanyak 10 ribu," jelas Tito.

Pemberian ini pun secara simbolis. Adapun bantuan semuanya berada di Bandara. Menurutnya, selain bantuan dari Kemendagri, Singapura juga sudah memberikan bantuan ke Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

"Nanti bantuan ini akan kita serahkan, kita sampaikan dan kita laporkan kepada Gugus Tugas maupun pada Menkes. Nanti Menkes dan Gugus Tugas yang akan mendistribusikan kemana barang ini akan diserahkan atau digunakan, rumah sakit mana, kota mana, dan lain-lain," kata Tito.

Tito pun tak sendiri, dia turut ditemani Plt.Sekjen Kementerian Dalam Negeri Hudori, Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Bahtiar, dan Plt. Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA, dalam menerima bantuan simbolis itu.

Saat dikonfirmasi ke Bahtiar soal pertemuan ini, apakah tidak mengindahkan physical distancing, ia menepisnya.

"Itu menerima bantuan. Ketemu di lobby dengan jaga jarak. Bantuan untuk Covid-19," jelas Bahtiar.

Dia pun menegaskan, bahwa Menteri Tito tidak bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

"Menteri Tetap kerja, tak WFH. Protokol kerja sudah ada," pungkasnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Jokowi Minta Mendagri Tegur Kepala Daerah Blokir Jalan
Mendagri: Jadwal Baru Pilkada 2020 Tergantung Kondisi Pandemi Covid-19
Mendagri Keluarkan Surat Edaran Kepada Daerah Jadi Ketua Gugus Tugas Covid-19
Mendagri Perintahkan Pemda Alirkan Dana Tak Terduga APBD Tangani Covid-19
Mendagri Minta Kepala Daerah Utamakan Rapid Test Corona untuk Petugas Medis
Mendagri Tito Wanti-Wanti Kepala Daerah Tak Buat Kerumunan Massa saat Rapid Test

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami