Tjahjo Sebut Banyak Kehilangan Calon Eselon I Gara-Gara Terlibat Radikalisme

Tjahjo Sebut Banyak Kehilangan Calon Eselon I Gara-Gara Terlibat Radikalisme
Mendagri Tjahjo Kumolo. ©2019 Merdeka.com
PERISTIWA | 18 April 2021 20:29 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo, menyebut banyak kehilangan PNS bagus karena terpapar radikalisme. Seharusnya bisa naik jabatan menjadi eselon I atau eselon II, hingga kepala badan atau lembaga, namun batal lantaran terpapar radikalisme.

"Kami banyak kehilangan orang-orang pintar yang seharusnya bisa duduk di eselon I seharusnya dia bisa duduk di eselon II, seharusnya bisa jadi kepala badan atau lembaga. Tapi dalam TPA ada terpapar masalah radikalisme dan terorisme," jelas Tjahjo saat merespon rilis survei LSI secara daring, Minggu (18/4).

Tjahjo mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap PNS yang terpapar radikalisme.

Bahkan, KemenPAN-RB telah memiliki data PNS yang terpapar. Semua sudah ditelusuri dari media sosial hingga transaksi keuangannya melalui PPATK.

"Kami ada datanya semua medsosnya kita pegang kedua lewat PPATK. Saya kira ini yang harus kita cermati bersama-sama," kata politikus PDIP ini.

Tjahjo pun mengingatkan supaya PNS menjauhkan praktik-praktik intoleransi. Sebab, hal ini berkaitan dengan radikalisme.

"Kami juga mengingatkan bahwa kaitan dengan radikalisme ini erat dengan praktik intoleransi," katanya. (mdk/lia)

Baca juga:
Menpan RB Sebut Tiap Bulan Ada PNS Dipecat karena Korupsi
Survei LSI Ungkap 5 Bidang Paling Koruptif di Instansi Pemerintah
Survei: Tingkat Awareness PNS Terhadap Korupsi di Instansinya Rendah
Survei: 9,3% PNS Sering Terima Uang dan Hadiah di Luar Ketentuan, 76,1% Jarang
Semarakkan Harbolnas, Airlangga Minta Sri Mulyani Cairkan THR PNS H-10 Lebaran

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami