TKI asal Rembang dikabarkan tewas tenggelam di perairan Malaysia

PERISTIWA | 14 Oktober 2014 19:50 Reporter : Parwito

Merdeka.com - Rencana Muhtarom (33) pulang ke kampung untuk bertemu istri dan membuka usaha setelah merantau di negeri jiran Malaysia selama dua tahun pupus sudah. Warga Dusun Pundong, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Selasa (14/10) pagi dikabarkan meninggal dunia karena kapal yang ditumpanginya untuk pulang tenggelam di perairan Malaysia.

Zuhdi kaka ipar korban menuturkan pihaknya mendapat kabar adiknya meninggal dari pihak rumah sakit Johor, Malaysia, sekitar pukul 06.00 WIB pagi tadi.

"Pihak RS menghubungi keluarga langsung melalui nomor telepon adik saya. Sebab saat adik saya dan dua jasad lainnya yang ditemukan sekitar pukul 03.00, tidak ditemukan identitas atau pun," ungkap Zuhdi yang mengaku hingga Selasa (14/10) malam ini belum mengetahui secara pasti kronologis dan bagaimana korban akhirnya dikabarkan meninggal dunia.

Mendapat kabar adiknya meninggal karena tenggelam, Zuhdi mengaku keluarga sempat tidak percaya, namun setelah pihak rumah sakit menjelaskan ciri-ciri fisik adiknya yakni memiliki tinggi sekitar 170 centimeter, berbadan tegap serta memiliki alis tebal keluarga baru percaya.

"Kami pun lantas menghubungi KBRI di Malaysia, namun hingga kemarin sore belum mendapat konfirmasi apapun dari KBRI," terangnya.

Zuhdi menceritakan korban yang bekerja sebagai tukang jahit di Malaysia, sebelumnya memang mengabarkan hendak pulang kampung untuk menemui istrinya yang sudah ditinggal selama dua tahun usai menikah sekitar dua bulan. Namun karena tak mengantongi paspor atau berangkat secara ilegal rencana kepulangan korban tidak bisa dipastikan.

"Kabarnya kemarin sempat mengabarkan mau pulang setelah lebaran karena sudah tidak kerasan. Namun kapan dan naik apa untuk pulang kampung korban masih bingung sebab khawatir tertangkap," ujarnya.

Keluarga ungkapnya, sangat terpukul atas kabar meninggalnya korban, sebab korban sebagai anak paling bontot yang juga masih termasuk pengantin baru itu. Korban padahal sudah ingin segera pulang kampung untuk membuka usaha dan berkumpul dengan sang istri.

"Kami sangat terpukul atas kabar ini, terutama sang istri yang sudah dua tahun menunggu kepulangan korban. Kami berharap pemerintah bisa membantu mengurus kepulangan jasadnya ke kampung halaman," pungkasnya. (mdk/hhw)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.