TKN dan Tirto.id Sepakat Selesaikan Polemik Meme Ma'ruf Amin di Dewan Pers

PERISTIWA | 22 Maret 2019 13:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ade Irfan Pulungan menyambangi Kantor Dewan Pers untuk melakukan mediasi bersama dengan Pemimpin Redaksi Tirto.id, Sapto Anggoro. Ini terkait dengan meme Tirto.id yang dianggap merugikan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin.

Wakil Ketua Dewan Pers, Ahmad Djauha berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari. Atas nama Dewan Pers, Dia juga mengimbau praktisi jurnalistik lebih berhati-hati, berempati, dan peduli terhadap produk yang dihasilkan.

"Jangan sampai kemudian menimbulkan dampak yang tidak mengenakkan bagi pihak lain, apalagi ini kaitannya dengan Pemilu," tutur Ahmad di Kantor Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Jum'at (22/3).

Sapto, selaku Pemimpin Redaksi Tirto.id menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang merugikan TKN ini. Ia pun berterima kasih karena pihak TKN mau berbesar hati.

"Kami secara resmi di depan Dewan Pers, media, TKN, dan pihak manapun yang telah merasa tercederai akibat produk jurnalistik kami, kami meminta maaf," tukas Sapto.

Irfan, selaku perwakilan dari TKN mengatakan, ia menghargai permintaan maaf tersebut. Ia juga turut menyampaikan apresiasinya kepada Dewan Pers yang dengan sigap mengatasi masalah ini.

Menurutnya, hoaks memang harus dilawan agar tidak merugikan bangsa. Karena itu, Irfan meminta agar Dewan Pers di kemudian hari dengan tegas membuat imbauan tertulis untuk seluruh pelaku jurnalistik di Indonesia.

"Kita juga berharap ke depannya dalam waktu singkat ini kami meminta pada Dewan Pers untuk membuat sebuah imbauan tertulis atau surat edaran secara tertulis, penegasan kepada seluruh jurnalisme kita, seluruh media kita untuk berhati-hati dalam hal memberitakan apapun dalam konteks Pemilu," pintanya.

Penandatanganan Risalah

Irfan menambahkan, masalah pun telah selesai dengan adanya mediasi ini. Pelaporan juga tidak akan dilanjutkan ke Bareskrim Polri, sebab meme yang jadi persoalan adalah ranah Dewan Pers.

Selanjutnya, penandatanganan risalah akan dilakukan sebagai puncak dari penyelesaian masalah.

"Nanti kami akan dihubungi pihak Dewan Pers ya, katanya akan mencari waktu yang tepat. Tentunya mereka akan menyusun kalimatnya untuk tandatangani risalah ini," tandas Irfan.

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Klarifikasi Indopos soal Berita
TKN Jokowi Laporkan Media yang Muat 'Ahok Gantikan Ma'ruf Amin?' ke Dewan Pers
Dewan Pers Minta Media Berperan Tangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian
Dewan Pers: Tabloid Indonesia Barokah Tak Penuhi Syarat Perusahaan Pers
Kapolri Tegaskan Pengusutan Tabloid Indonesia Barokah Tunggu Kajian Dewan Pers
Polri Tunggu Rekomendasi Dewan Pers Usut Kasus Tabloid Indonesia Barokah

(mdk/did)