TNI & Polri Akan Tambah Pasukan Bantu Korban Banjir di Samarinda

PERISTIWA | 14 Juni 2019 13:55 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - TNI dan Polri memastikan kesiapan menambah pasukan membantu warga korban banjir di Samarinda, Kalimantan Timur. Termasuk, kekurangan peralatan tim gabungan di lapangan. Apalagi, menghadapi risiko penyakit pascabanjir.

Pasukan TNI dan Polri, sudah dikerahkan selama sepekan ini, sejak Sabtu (8/6) lalu, membantu warga terdampak banjir. Saat itu, Kodam VI Mulawarman dan Polda Kaltim juga mengerahkan pasukan tambahan terjun membantu warga. Hingga hari ini, tidak kurang 400 personel bantu warga korban banjir.

"Saya dan Pak Kapolda (Irjen Pol Priyo Widyanto) lihat langsung ke sini, melihat kinerja Dandim, dan Pak Kapolda cek kinerja Kapolres. Ada keterbatasan, kita dukung apa yang dibutuhkan? Pasukan? Siap menambah," kata Pangdam VI Mulawarman Mayjend TNI Subiyanto, di posko induk penanganan banjir Samarinda, Jumat (14/6).

Hari pertama banjir besar Sabtu (8/6), menurut Subiyanto, Dandim 0901 Samarinda Letkol Inf M Bahrodin sempat melaporkan kekurangan armada perahu karet.

"Laporkan apa yang kurang. Pun demikian kepada Pak Kapolda. Kita siapkan kekurangan yang diperlukan," tegasnya.

Subiyanto mengingatkan, pentingnya Pemkot Samarinda dan BPBD Samarinda, menyiapkan perahu di RT rawan banjir. "Paling penting sekarang, pascabanjir karena ada risiko penyakit. Tim kesehatan Kodam dan Polda, turun membantu untuk dampak pascabanjir. Jadi, kami datang untuk memecahkan persoalan-persoalan yang ada di posko induk," terangnya.

Sementara itu, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto menerangkan, sejumlah daerah lain di Kaltim memang terendam banjir. Seperti Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara.

"Sungai dan bendungan Benanga perlu pengerukan. Juga, edukasi warga sepanjang bantaran sungai agar tidak membuang sampah di sungai, harus dilakukan terus menerus. Di sisi lain, bersyukur tidak ada ada korban jiwa akibat banjir di Samarinda ini," tutup Priyo.

Baca juga:
Luapan Sungai Karang Mumus Diduga Jadi Penyebab Banjir Samarinda
Banjir 1,5 Meter Rendam Rumah Warga, Masa Tanggap Darurat di Samarinda Diperpanjang
Pemkot Siapkan Rp5 Miliar Dana Darurat Banjir Samarinda
BNPB Turun Langsung Tangani Banjir Samarinda
110 Gardu PLN Masih Dipadamkan, 11 Ribu Korban Banjir Samarinda Hidup Tanpa Listrik
Lima Hari Terus Terendam, Korban Banjir Samarinda Sakit ISPA dan Gatal-gatal

(mdk/fik)