Tokoh NU Pimpin Doa & CEO Arema Naik Panggung Kampanye Jokowi di Malang

PERISTIWA » MALANG | 26 Maret 2019 08:16 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Kampanye tertutup calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo di Malang dihadiri ribuan massa pendukung. Massa memadati setiap sudut Gelora Olah Raga (GOR) Ken Arok Kota Malang.

Kedatangan Joko Widodo bersama isteri, Iriana Joko Widodo membuat massa berdesak-desakkan ingin berjabat tangan. Sebagian mendapatkan kesempatan mengabadikan calon presiden dua periode tersebut dengan kamera handphone.

Tampak datang mendahului Ketua TKN Erick Tohir, Sekjen PDIP Hasto Keristianto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wasekjen PDIP Ahmad Basarah dan lain-lain.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan pembacaan doa dan sambutan panitia pelaksana. Doa dipimpin oleh Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Ketua PW NU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar.

"Demi persatuan bangsa dan negara marilah kita doakan calon presiden Joko Widodo," ucap Marzuki Mustamar yang mengenakan topi hitam beglogo NU itu mengawali doa di GOR Ken Arok Kota Malang, Senin (25/3).

Capres Jokowi mengawali sambutan dengan sapaan-sapaan hangat dan ramah menggunakan bahasa Jawa. Bahkan tidak lupa menyapa dengan 'Salam Satu Jiwa Arema', yang menjadi kebanggaan warga Malang.

Selama memberikan sambutan Capres Jokowi berpesan agar masyarakat tidak salam dalam memilih nahkoda kepemimpinan bangsa Indonesia. Pesannya, jangan mempercayakan nahkoda kepada orang yang baru coba-coba.

Karena Indonesia negara besar dengan penduduk 269 juta, tinggal dan hidup di 17.000 ribu pulau, dan 514 Kabupaten/kota dan 34 propinsi.

"Ini yang sering kita lupakan. Negara ini adalah negara besar, oleh sebab itu jangan sampai negara sebesar ini dinahkodai oleh yang belum berpengalaman. Jangan coba-coba, karena menyangkut 269 juta penduduk Indonesia. Masak kita mau coba-coba untuk nasib 269 juta penduduk Indonesia," kata Jokowi disambut tepuk tangan.

Jokowi bercerita tentang perjalanannya dari Solo sebagai walikota 2 periode, dilanjutkan sebagai Gubernur Jakata dan 4,5 tahan menjadi Presiden. Peralihan dari dunia usaha ke pemerintahan dilalui dengan proses sulit, butuh waktu sekitar dua tahun.

"Saat saya dari dunia usaha, kemudian masuk pemerintah sebagai walikota, saya belajar hampir dua tahun. Belajar! Dunia usaha dan pemerintahan berbeda. Itu hanya level kota saja, lha ini coba-coba," sambungnya.

Jokowi juga berpesan agar tidak percaya berita hoax yang sengaja disebarkan pihak lain. Ia juga meminta kepada para pendukungnya untuk menangkis setiap berita hoax yang seluruhnya tidak masuk di akal.

"Siapa yang tidak berani? Ngacung, ke sini saya beri sepeda," kata disambut tepuk tangan.

Jokowi juga memamerkan sejumlah kartu, salah satunya kartu pendidikan untuk mahasiswa. Program itu akan direalisasikan dalam lima tahun ke depan.

Usai Jokowi menyampaikan kampanyenya, CEO Arema Agoes Suryanto bersama Tokoh Arema Ovan Tobing didaulat naik ke atas panggung. Saat Agoes mengalungkan syal Arema ke leher Jokowi, sebelum syal itu dipamerkan kepada para pendukung yang hadir.

Lewat gayanya yang khas, Ovan Tobing menyampaikan pesan persatuan dan kesatuan bagi Arema.

"Kita punya payung basar, payung yang seyogyanya mendamaikan kita, yang disebut Arema. Boleh kalian beda, boleh punya ketidaksamaan karena Indonesia sebenarnya beragam sukunya, Betul Bapak? Jadi janganlah itu menjadi perseteruan di antara kita," kata Ovan.

Ovan mengajak Arema datang ke TPS dengan sebuah kepastian pilihan. Ia mengajak mencoblos dengan pertimbangan hati nurani.

"Datanglah mencoblos dengan hati, kalian punya pilihan karena ada hati. Kalau kalian mencintai Arema, mencintai karena hati, kalian memilih pilihlah dengan hati. Karena hanya memilih dengan hati tidak akan bisa diganggu dengan nilai, tidak akan diganggu nilai, selamat berjuang," katanya.

Pesan Oval ditutup dengan Satu Jiwa, Salam Satu Tujuan. (mdk/rhm)

Baca juga:
Pernak-Pernik Kampanye Terbuka Jokowi-Prabowo
Orang-Orang Vokal dalam Barisan Kubu Jokowi dan Prabowo Subianto
Charta Politika: Pertarungan Perebutan Suara Capres di Jabar dan Jatim akan Menarik
Jokowi: Saya Nggak Tahu Kenapa Bisa Bahagia Datang ke Banyuwangi
Survei Charta Politika: Jokowi Unggul di Delapan Wilayah, Prabowo Hanya di Sumatera

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.