Tolak angkutan online, sopir angkot di Samarinda demo dua hari & nginap di jalan

Tolak angkutan online, sopir angkot di Samarinda demo dua hari & nginap di jalan
demo angkutan online di Samarinda. ©2018 Merdeka.com
PERISTIWA | 7 Maret 2018 14:28 Reporter : Nur Aditya

Merdeka.com - Ratusan sopir angkot yang tergabung dalam Organisasi Gabungan Transportasi (Orgatrans) Kalimantan Timur, sudah dua hari ini mogok beroperasi. Sejak Selasa (6/3) kemarin, mereka berunjuk rasa di depan pemerintah menutup aplikasi angkutan online.

Unjuk rasa semula dilakukan di depan Kantor Dishub Provinsi Kalimantan Timur di Jalan Kesuma Bangsa, kemudian lanjut ke DPRD kota Samarinda Jalan Basuki Rahmat. Jelang malam, unjuk rasa belum usai. Sebagian menginap di pinggir Jalan Kesuma Bangsa.

Pagi tadi, mereka kembali berdemo di kantor Dishub Kalimantan Timur. Beranjak tengah hari, mereka bergeser ke depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gadjah Mada, menyuarakan tuntutan yang sama.

Arus lalu lintas sempat tersendat. Polisi terus berjaga agar tidak berujung anarkis. Meski demikian, sempat diwarnai keributan, saat sopir angkot mendesak rekan sopir lainnya, khususnya taksi argometer, untuk ikut aksi bersama mereka.

Seorang sopir angkot, kena semprot polisi berpakaian preman lantaran diduga jadi provokator meneriaki driver ojek online dan sopir taksi argometer.

"Kamu jangan jadi provokator ya," kata polisi kepada sopir angkot.

Ketua Orgatrans Kalimantan Timur Kamaryono mengatakan, aksi demo berlanjut hari ini, lantaran tuntutan belum dipenuhi.

"Sebelum aplikasi angkutan online ini punya izin, harus dihentikan dulu, atau tutup aplikasinya. Kita diminta patuh undang-undang, sekarang kita kembalikan. Yang melanggar Undang-undang kenapa dibiarkan?" kata Kamaryono, kepada wartawan.

Kamaryono menegaskan, dia dan anggota Organtrans tetap tidak puas meski tuntutan mereka dibawa ke Kementerian Perhubungan.

"Tapi sampai kapan? Anggota saya ini sudah kelaparan semua. Lebih baik mogok sampai pemerintah punya keputusan yang adil," jelasnya.

"Demo sampai kapan pun. Kalau perlu, panggil keluarga dan istri, masak di sini," sebut Kamaryono, yang berencana menginap di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur. (mdk/lia)

Baca juga:
4 Pembunuh sopir Grab di Bogor ditangkap, 3 di antaranya dibedil polisi
Subsidi pembuatan SIM A Umum dan uji KIR gratis berlaku selama enam bulan
Polisi amankan pria yang diduga terlibat pembunuhan sopir Grab di Bogor
Menhub pantau uji KIR buat taksi online: Bagian penting untuk safety
Catat, mulai besok pemerintah sebar program uji KIR gratis di 10 kota
Pembuatan SIM A umum taksi online dan konvensional banyak tidak memenuhi syarat
Menhub Budi tinjau pembuatan SIM A umum taksi online di Bandung

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami