Tolak Dialog di Dalam Gedung, Demonstran Adu Mulut dengan Ketua DPRD NTB

Tolak Dialog di Dalam Gedung, Demonstran Adu Mulut dengan Ketua DPRD NTB
PERISTIWA | 30 September 2019 12:34 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Ratusan mahasiswa yang bergabung dengan rakyat kembali demonstrasi di depan Gedung DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Jalan Udayana, Kota Mataram, Senin (30/9). Dalam aksi kali kedua yang digelar di Kota Mataram ini, mahasiswa datang bersama rakyat dengan membawa tuntutan yang sama seperti unjuk rasa Kamis lalu.

Tuntutan tersebut berkaitan dengan penolakan terhadap pengesahan Undang-Undang KPK, RKUHP, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan.

Selain itu, penuntasan kasus kebakaran hutan dan lahan gambut di Kalimantan dan Sumatera, serta konflik sosial yang terjadi di Wamena, Papua, juga menjadi fokus tuntutan massa aksi.

Syahrul Juan, perwakilan massa aksi dari Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) menjelaskan, aksi kali kedua ini digelar dengan tujuan menagih janji Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda yang disampaikan pada Kamis (26/9) lalu.

Dalam janji yang disampaikan pada Kamis (26/9) lalu, pihak DPRD sepakat untuk meneruskan tuntutan mahasiswa ke Presiden Joko Widodo.

Namun demikian, Baiq Isvie Rupaeda ketika berdialog langsung dengan massa aksi di depan Gedung DPRD NTB kembali menyatakan bahwa tuntutan baru akan disampaikan hari ini ke Presiden Joko Widodo.

"Hari ini juga, apa yang menjadi tuntutan teman-teman mahasiswa akan kami sampaikan ke Presiden di Jakarta," kata Baiq Isvie. Dikutip dari Antara.

Karenanya, Baiq Isvie mempersilakan kepada perwakilan mahasiswa untuk kembali menggelar dialog bersama anggota dewan di dalam Gedung DPRD NTB.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BEM Universitas Mataram (Unram), Muhammad Amri Akbar, dalam orasinya dengan tegas menolak dan meminta agar dialog pembahasan tuntutan dilakukan langsung di hadapan seluruh massa aksi di dalam gedung DPRD NTB.

Tidak lama setelah terjadi perdebatan antara pihak DPRD dengan massa aksi di depan Gedung DPRD NTB, seketika azan zuhur berkumandang. Suara adzan yang keluar dari alat pengeras suara milik kepolisian seolah menunda perdebatan. (mdk/cob)

Baca juga:
Demo Mahasiswa, Gubernur Anies Kirim Ambulans Dikawal Satpol PP
Jaga Aksi Demontrasi, Kapolda Sultra Baru Pastikan Tak Ada Peluru Tajam dan Karet
6 Panggung Orasi Disediakan untuk Massa Demonstran di Yogyakarta
20 Ribu Personel Gabungan TNI-Polri Disebar Amankan Demo di DPR
Isu Gagalkan Pelantikan Presiden Terpilih, Wiranto & Panglima Dinilai Berlebihan
Cegah Ikutan Demo, Pelajar di Kendari Diliburkan dan Diberi PR

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami