Tommy Minta Laskar Berkarya Tuntut Basarah Soal Ucapan Soeharto Guru Korupsi

PERISTIWA | 30 November 2018 17:36 Reporter : Liputan6.com

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto meminta Laskar Berkarya untuk melaporkan Ahmad Basarah ke pihak berwajib. Laporan tersebut terkait pernyataan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu yang menyebut Soeharto adalah guru korupsi.

"Saya minta Laskar Berkarya sebagai sayap partai untuk menuntut. Karena faktanya tidak demikian," kata Tommy dalam sambutan pada pengukuhan DPP Laskar Berkarya di Bogor, Jumat (30/11).

Menurut Tommy, korupsi justru secara masif terjadi di era reformasi hingga sekarang ini. Hal itu dibuktikan dengan banyak para pelaku yang ditangkap dan dijebloskan ke penjara akibat terjerat kasus korupsi.

"Bahwa Orba dinyatakan KKN, biangnya KKN dan sebagainya. Tapi nyatanya, fakta hukumnya itu membuktikan bahwa selama reformasi ini sudah ratusan orang kena OTT (operasi tangkap tangan)," terang Tommy.

Seharusnya, era reformasi sebagai momen untuk memperbaiki tatanan pemerintahan agar menjadi lebih baik. Bukan justeru malah sebaliknya, korupsi terjadi secara masif.

"Selama reformasi kasus korupsi menjadi pemenang utama," kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum Laskar Berkarya Aldi Rizki Napitupulu menyebut, pernyataan Ahmad Basarah tidak dapat dibenarkan dan merupakan sebuah fitnah. Sebab tidak berdasar bukti bahwa mantan presiden kedua melakukan korupsi.

"Terkait ini kami diinstruksikan untuk melakukan tindakan hukum atas perkataan yang disampaikan Basarah baik secara perdata maupun pidana," kata dia.

Kini Partai Berkarya tengah membentuk tim advokat untuk melakukan tindakan hukum tersebut. "Instruksi Beliau (ketua dewan pembina) Sesegera mungkin," terang Aldi.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah mengingatkan, program pemberantasan korupsi dimulai dari lahirnya Ketetapan (TAP) MPR No 11 tahun 1998. Basarah kemudian mengungkapkan bahwa guru korupsi Indonesia adalah Presiden Kedua Soeharto.

"TAP MPR Nomor 11 tahun 1998 itu adalah untuk melakukan penegakan hukum terhadap terduga pidana korupsi oleh mantan Presiden Soeharto. Jadi, guru dari korupsi Indonesia sesuai TAP MPR Nomor 11 Tahun 1998 itu mantan Presiden Soeharto. Dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo," ucap Basarah di Megawati Institute, Jakarta, Rabu (28/11).

Menurut dia, masalah korupsi itu adalah pekerjaan rumah bersama. "Sampai sekarang kita harus mencuci piring dari tradisi yang dilakukan pada zaman yang lalu. Sumbernya itu sudah terjadi sejak periode kekuasaan, dimana pada waktu itu Pak Prabowo menjadi bagian dari kekuasaan orde baru pada waktu itu," ungkap Basarah.

Baca juga:
Sekjen PSI: Pak Harto Simbol KKN dan Pak Prabowo Ada di Sana
Gerindra Gerah Prabowo Hanya Dikaitkan Soeharto, Dulu Jadi Cawapres Megawati
Golkar Serba Salah, Lebih Untung Bela Soeharto atau PDIP?
Polemik Soeharto, Fahri Sarankan Tim Jokowi Belajar Identifikasi Korupsi
Soal Soeharto Guru Korupsi, Demokrat Nilai Kubu Jokowi Tak Tahu Terima Kasih
PDIP Tanggapi Golkar: Basis Data Korupsi Terpaksa Dikaitkan Orde Baru

(mdk/cob)