Tommy Sumardi Akui Kenalkan Anita Kolopaking dengan Brigjen Prasetijo

Tommy Sumardi Akui Kenalkan Anita Kolopaking dengan Brigjen Prasetijo
sidang tommy suhardi kasus penghapusan red notice djoko tjandra. ©2020 Merdeka.com/Nur Habibie
PERISTIWA | 13 November 2020 15:35 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Terdakwa kasus penghapusan red notice Tommy Sumardi dihadirkan menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (13/11). Ia dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kasus surat jalan palsu dengan terdakwa Djoko Soegiarto Tjandra.

Dalam persidangan tersebut, ia mengaku sebagai orang yang mempertemukan antara Anita Dewi Kolopaking dengan Brigjen Prasetijo Utomo. Pertemuan itu berawal saat dirinya mendapatkan telepon dari Djoko Tjandra.

"Tentang surat jalan, saya tidak mengetahui. Saya mengenalkan Anita (Kolopaking) dengan Prasetijo (Utomo), iya," kata Tommy dalam sidang.

Dalam percakapan itu, ia mengaku mendapat perintah dari Djoko Tjandra untuk menanyakan terkait statusnya dalam red notice Interpol. Lalu, Tommy pun menemui Prasetijo untuk menanyakan hal itu.

Saat itu, Prasetijo bertanya kepada Tommy terkait kuasa hukum Djoko Tjandra. Ia pun menyebut, jika Anita-lah yang menjadi kuasa hukum dari Djoko Tjandra.

"Saya katakan, 'Ada.' Saya teleponlah Ibu Anita. 'Bu ke Bareskrim ketemu dengan Pak Prasetijo. Jam sebelas sampai sana," ujarnya.

Dalam sidang tersebut, Tommy juga mengaku jika dirinya itu sudah kenal lama dengan Djoko Tjandra sejak tahun 1998. Lalu, terkait pertemuan itu sendiri ia mengaku tak mengikutinya sampai lama.

"Beliau (Anita) datang saya kenalkan, ngobrol-ngobrol. Enggak berapa lama saya keluar," ucap Tommy.

Lalu, terkait perkenalan dirinya dengan Irjen Napoleon Bonaparte tersebut. Ia mengaku, dikenalkan oleh Presetijo yang menyebut jika Napoleon adalah seniornya.

"(Prasetijo) Hanya mengenalkan, 'Beliau (Napoleon) senior saya'," sebutnya.

Saat itu, ia pun menanyakan kepada Napoleon perihal status red notice Djoko Tjandra. Lalu, Napoleon menjawab jika itu memang bidangnya.

"Iya itu memang bidang saya, apa sudah dibuka belum. Nanti jawabannya saya kasih tahu dengan Prasetijo," ujar Tommy yang meniru jawaban Napoleon.

Sehari kemudian, Tommy kembali menemui Napoleon. Kala itu, Napoleon disebut Tommy, jika red notice atas nama Djoko Tjandra sudah dibuka.

"Ini sebenarnya sudah terbuka ini, tahun berapa saya lupa. Ya sudah nanti kita urus," kata Tommy menirukan Napoleon. (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami