TPA Cipeucang Diperluas, Sampah Warga Tangsel Bisa Diproses di Landfill 3

TPA Cipeucang Diperluas, Sampah Warga Tangsel Bisa Diproses di Landfill 3
Penanaman pohon di TPA Cipeucang. ©2021 Merdeka.com/Kirom
NEWS | 3 Desember 2021 02:00 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Lahan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah Cipeiucang di Jalan Kapling Nambo, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) semakin luas. Area landfill 3 yang dibangun dengan bantuan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR telah dapat dioperasikan.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten Rozali Indra mengungkapkan, realisasi pembangunan landfill 3 itu merupakan bagian dari kerja sama dan sinergi antara Kementerian PUPR dengan pemerintah daerah dalam peningkatan pembangunan di Tangerang Selatan.

"Di antaranya membantu Pemkot Tangsel merealisasikan pembangunan landfill 3, turap penyangga (sheet pile) dan satu unit alat mesin ekskavator," kata Rozali di TPA Cipeucang, Kamis (2/12).

Selain bantuan alat dan pembangunan landfill 3 TPA Cipeucang, BPPW Banten juga melakukan penanaman pohon buah-buahan di sekitar TPA Cipeucang. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari penimbunan sampah yang dilakukan di TPA itu.

"Penanaman pohon di tempat pembuangan akhir sampah di Cipeucang ini bertujuan untuk untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan akibat penimbunan sampah," jelasnya.

Direktur Sanitasi Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Prasetya mengungkapkan, tempat pemrosesan akhir sampah atau TPA merupakan lahan di mana sampah rumah tangga berakhir untuk dikumpulkan, diproses, dan diolah agar aman dan tidak mencemari lingkungan.

"Melalui reduce, reuse, dan recycle, atau pengurangan, pemanfaatan dan daur ulang, sampah di hulu, maka akan membantu mengurangi jumlah sampah yang harus ditangani di TPA," jelas Prasetya.

Wakil Wali kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Kementerian PUPR. Pemkot Tangsel akan terus bersinergi dalam menjalankan program yang terbaik bagi masyarakatnya.

Menurutnya, penanaman pohon buah di area TPA Cipeucang dapat menahan erosi sampah dan pencemaran udara di TPA itu. "Program ini dari kementerian dan Pak Presiden untuk menahan erosi dan juga bagaimana meng-cover udara yang kotor di wilayah. Ini (penanaman pohon) salah satu upaya. Mudah-mudahan Tangsel ada program kaya gini, terus kualitas udaranya dan sebagainya," kata Pilar Saga.

Selanjutnya, dia berharap landfill 3 dapat membantu upaya pengelolaan sampah di Tangsel. Fasilitas seluas 8.600 meter persegi di TPA Cipeucang itu diperkirakan bisa menampung 120 ton sampah. (mdk/yan)

Baca juga:
Pemprov DKI Pastikan ITF Sunter Tetap Dibangun meski Pinjaman Modal Ditolak DPRD
Pakai Sistem Pengangkutan Terjadwal, Begini Cara Pengelolaan Sampah di Medan
Belum Terima Penjelasan, Ketua DPRD DKI Tidak Setujui Pengajuan PMD ITF Sunter
40 Kampung di Surabaya Nol Sampah Mulai 2022, Warga Bakal Rasakan Sederet Manfaat
Warga Kota Bandung Akan Dilarang Buang Sampah di Hari Sabtu dan Minggu, Ini Kata DLHK
Ciptakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan, SMK Ponorogo Jadi Teladan di Jawa Timur

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami