Tradisi Barayo Saat Idulfitri Tak Berhenti 'Dihantam' Pandemi

Tradisi Barayo Saat Idulfitri Tak Berhenti 'Dihantam' Pandemi
jam gadang bukit tinggi. blogspot.com
NEWS | 15 Mei 2021 03:04 Reporter : Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Tradisi barayo atau berkunjung ke rumah saudara saat hari raya tetap digelar masyarakat asli Kurai Bukittinggi, Sumatera Barat. Tradisi ini tetap dilaksanakan meski di tengah pandemi Covid-19.

"Ini merupakan adat kebiasaan kami urang Kurai setiap Lebaran," kata salah seorang Bundo Kanduang atau kaum ibu masyarakat Kurai, Yusnani di Bukittinggi. Dilansir Liputan6.com, Jumat (13/5).

Tradisi Barayo merupakan salah satu kebiasaan mengunjungi sanak saudara dengan membawa beras untuk bersilaturahmi. Beras yang dibawa biasanya dijinjing ke atas kepala dan dibawa oleh kaum perempuan.

"Kaum lelaki hanya bertugas mengantarkan kami perempuan ke rumah sanak saudara dan biasanya hanya di sekitar kampung halaman di Bukittinggi," kata Yusnani.

Kebiasaan itu sudah semakin bergeser dan tidak banyak dilakukan. Terlebih di masa pandemi yang membuat batasan bahkan larangan halal bihalal ke rumah sanak saudara saat Idulfitri.

"Namun sebelum pandemi pun, banyak generasi penerus kami yang enggan melakukan tradisi "Barayo" ini, hanya kami para orang tua saja yang masih melakukan ini," kata dia.

Dia menambahkan, generasi muda saat ini lebih banyak malu berkunjung ke rumah saudaranya sendiri dibanding mengunjungi rumah teman-temannya.

"Cukup disayangkan memang, beberapa anak kemenakan kami merasa malu ketika diajak melakukan tradisi "Barayo" ini," kata dia.

Tradisi Barayo biasa dilakukan sejak awal Lebaran hingga sepekan ke depannya secara bersama sama oleh kaum perempuan Kurai.

Orang Kurai atau suku Kurai merupakan penduduk asli Kota Bukittinggi yang masih banyak mempertahankan hukum adat serta kebiasaannya.

Pembatasan kegiatan halal bihalal dan silaturahmi selain keluarga terdekat selama Lebaran menjadi salah satu yang diimbau tidak dilakukan dalam Surat Edaran Wali Kota Bukittinggi. Surat itu merujuk kepada Surat Edaran Menteri Agama tanggal 06 Mei 2021 karena Bukittinggi tergolong dalam zona oranye.

Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Baca juga:
Tiga Gedung Terbakar saat Lebaran, Salah Satunya Kantor PWI Sulut
Pemudik Kembali ke Jakarta akan Dites Covid-19 Secara Acak dan Dipantau
Polisi Berencana Perpanjang Operasi Ketupat, Kendaraan Diputarbalik hingga 24 Mei
Harga Daging Sapi Masih Mahal, Capai Rp150.000 per Kg
Gema Takbir Idulfitri di Berbagai Negara
Jemaah Tarekat Sattariyah di Sumbar Baru Gelar Salat Id Hari Ini

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami