Trauma dan Takut Divonis Lebih Berat, Wahid Husen Tidak Ajukan Banding

PERISTIWA | 16 April 2019 15:31 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Mantan kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husen divonis 8 tahun penjara oleh majelis hakim pada persidangan pekan lalu. Meski takkan mengajukan banding, tim kuasa hukum tetap berupaya agar kliennya tidak dikurung di Lapas Sukamiskin.

Pengacara Wahid Husen, Firma Uli Silalahi menyatakan kliennya mengalami semacam trauma setelah mengetahui vonis dari majelis hakim yang dianggap berat. Wahid ia sebut enggan mengajukan banding karena takut hukumannya bisa makin memberatkan.

Ia menjelaskan, semua keputusan diambil oleh Wahid dan keluarganya. Padahal, sebagai pengacara, Firma tidak puas dengan hasil sidang yang tidak menerima pembelaan yang disampaikan kepada majelis hakim.

"Dia (Wahid Husen) trauma menghadapi persidangan kemarin," kata Firma saat dihubungi, Selasa (16/4).

Hal yang bisa diupayakan adalah menempatkan kliennya di lapas atau rumah tahanan selain Sukamiskin. Firma sebelumnya sudah meminta KPK terkait hal itu.

Salah satu pertimbangannya terkait faktor psikis Wahid yang sebelumnya menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin. Permohonan mengenai tempat Wahid dipenjara akan dilayangkan melalui surat ke KPK saat eksekusi dilakukan.

"Ketika sudah selesai vonis, akan ada pemberitahuan eksekusi. Nah ketika itulah kita bermohon. Sudah kita siapkan (suratnya). Mudah-mudahan (ditahan) di Rutan Bandung," pungkasnya.

(mdk/cob)