Tren Penyuntikan Vaksinasi Menurun di Bulan Ramadan

Tren Penyuntikan Vaksinasi Menurun di Bulan Ramadan
Oma Inna, lansia tertua di Kota Tangerang yang menerima vaksin Covid-19. ©2021 tangerangkota.go.id/Merdeka.com
PERISTIWA | 18 April 2021 16:03 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19,Siti Nadia Tarmizi, melaporkan sebanyak 10.801.244 orang sudah disuntik vaksin dosis pertama. Jumlah tersebut baru mencapai 26,77 persen dari total target vaksinasi tahap pertama dan kedua.

Sementara itu, sebanyak 14,60 persen atau 5.889.716 orang sudah disuntik vaksin dosis kedua. Sebagai informasi, jumlah target vaksinasi tahap pertama dan kedua dengan target pelayan kesehatan, petugas publik dan lansia mencapai 40.349.051.

Dari tiga kategori target tersebut, Nadia menyebutkan, hanya vaksinasi terhadap pelayan kesehatan yang sudah mendekati 100 persen.

"Tepatnya 99,74 persen pelayanan kesehatan sudah disuntik vaksin dosis pertama dan 90,14 persen sudah disuntik vaksin dosis kedua," kata Nadia dalam paparannya di webinar PB IDI, Minggu (18/4).

Sedangkan vaksinasi petugas publik, baru 41,19 persen yangg disuntik tahap pertama dan untuk lansia baru 10,20 persen. Nadia mengungkapkan bahwa ada penurunan tren jumlah penyuntikan di bulan April hingga mencapai 200-250 ribu dosis per hari. Dia mengatakan, tren penurunan tersebut disebabkan oleh berbagai alasan, salah satunya karena momen puasa.

"Di bulan April terjadi penurunan penyuntikan per hari, saat puasa juga terjadi penurunan dosis penyuntikannya karena awal-awal puasa mungkin masih beradaptasi dengan kondisi tersebut," kata Nadia.

Selain itu, lanjut Nadia, tren penurunan penyuntikan juga disebabkan karena jumlah dosis vaksin jadi yang terbatas. Harus diakui, kata Nadia, di bulan Maret, jumlah stock vaksin jadi mencapai 18 juta, namun di bulan April ketersediaannya hanya sekitar 7-15 juta.

Namun, Nadia meminta masyarakat untuk tidak khawatir karena pada hari ini Indonesia telah menerima 6 juta dosis bulk vaksin, serta di bulan Mei seperti kata Menteri Kesehatan sebelumnya, akan datang sekitar 20 juta dosis vaksin. Dengan begitu, Nadia pun berharap jumlah penyuntikan bulan Mei kembali meningkat.

"30 Maret kita menyentuh angka 500 ribu suntikan per hari, tapi di bulan April tren penyuntikan menurun sampai 250 ribu dosis per hari. Di bulan Mei nanti ada tambahan beberaa juta dosis, sehingga percepatan penyuntikan harus dikembalikan," kata Nadia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA memaparkan lebih rinci tren penurunan penyuntikan. Jumlah penyuntikan dosis pertama minggu ini, kata Safrizal hanya mencapai 128.594.

"Jumlah tersebut berkurang 46.603 dibandingkan minggu sebelumnya. Sedangkan dosis kedua hanya mencapai 124.238 atau berkurang 21.250 dosis," kata dia.

Safrizal pun menyebutkan beberapa kendala penyuntikan vaksinasi itu. Senada dengan Nadia, persediaan vaksin sampai bulan Mei hanya sekitar 25 persen dari kebutuhan vaksinasi di Indonesia, yakni 363 juta dosis. Dengan jumlah target 181,5 juta rakyat Indonesia.

"Vaksin jumlah besar baru akan tiba setelah bulan Juni 2021. Kendala lainnya yaitu masih banyak masyarakat yang gagal divaksin karena tidak lolos skrining. Tensinya tinggi biasanya," kata Safrizal. (mdk/lia)

Baca juga:
Menkes Ingatkan Masyarakat Waspadai Lonjakan Kembali Kasus Covid-19
Indonesia Terima 6 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Sinovac
Presiden Jokowi Diminta Tengahi Kisruh Vaksin Nusantara Vs BPOM
Menlu Retno Serukan Solidaritas Global untuk Akses Vaksinasi yang Merata
Update Jumlah Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Per 17 April 2021
Kontroversi Vaksin Nusantara, Goenawan Mohamad Hingga Ade Armando Dukung BPOM

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami