Tuan Rondahaim Saragih Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Tuan Rondahaim Saragih Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
PERISTIWA | 28 Mei 2020 01:32 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Tuan Rondahaim Saragih untuk ketiga kalinya diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Raja ke-14 dari Kerajaan Raya, Simalungun, Sumut ini dinilai berperan memimpin perjuangan mempertahankan wilayah Indonesia dari penjajahan Belanda.

Usulan disepakati dalam Rapat Pembahasan Usulan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Tuan Rondahaim Saragih di Ruang Rapat Kaharuddin Nasution, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (27/5). Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut yang juga Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Sumut R Sabrina dihadiri. Hadir pula Kepala Dinas Sosial Sumut Rajali, Sejarawan USU Suprayitno, Sejarawan Unimed Ichwan Azhari, perwakilan Dewan Harian Daerah (DHD) 45, LVRI, Polda, Kodam 1/Bukit Barisan dan tim pengusul dari FIB USU Medan.

“Prinsipnya tentu kita semua setuju Tuan Rondahaim Saragih diusulkan menjadi salah satu pahlawan nasional dari Sumut. Bahkan bila perlu lebih banyak lagi tokoh yang kita usulkan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, karena hal ini akan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Sabrina.

Usulan itu harus dibuat dengan sebaik mungkin, sehingga benar-benar dapat memenuhi kriteria dan syarat untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Terlebih ini merupakan usulan ketiga atau kesempatan terakhir, sehingga harus dipersiapkan matang.

"Saya minta tim pengusul untuk menyempurnakan lagi usulan ini. Berbagai saran dan masukan dalam rapat ini harus diakomodir dalam usulan nantinya, terutama tentang syarat dan kriteria, harus dipastikan sudah sesuai dengan yang sudah ditetapkan," ujar Sabrina.

Sejarawan USU, Suprayitno, menilai masih banyak hal yang harus disempurnakan dalam usulan yang akan disampaikan ke Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP), antara lain tentang bukti-bukti sejarah, berupa arsip-arsip pendukung.

"Tim pengusul harus bekerja ekstra untuk mengumpulkan bukti-bukti sejarah dan arsip yang mendukung, agar usulan kali ini dapat disetujui TP2GP dan Tuan Rondahaim Saragih dapat ditetapkan menjadi salah satu Pahlawan Nasional asal Sumut," ujar Suprayitno.

Sejarawan Unimed, Ichwan Azhari, juga mengharapkan hal sama. Selain segera memperbaiki usulan, tim pengusul juga diharapkan mempersiapkan diri menerima kedatangan TP2GP ke Sumut.

"Tim harus dapat menjelaskan dan menjawab berbagai hal yang menjadi pertanyaan tim dari Jakarta serta menyiapkan berbagai bukti pendukung, sehingga mereka yakin dan Tuan Rondahaim Saragih dapat segera ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional," harap Ichwan.

Anggota Tim Pengusul FIB USU Medan Hisarma Saragih menyatakan akan segera memperbaiki usulan yang akan disampaikan ke TP2GP. "Secepatnya akan kami lengkapi lagi usulan ini, sesuai dengan saran dan masukan yang disampaikan dalam rapat ini," katanya.

Dalam pemaparan sebelumnya, Hisarma menyampaikan, Tuan Rondahaim Saragih Garingging atau Tuan Rondahaim merupakan sosok pejuang asal Kerajaan Raya, Simalungun, Sumatera Utara (dahulu Pantai Timur Sumatera). Masa perjuangannya terentang dari 1880 hingga 1891. Awal keterlibatannya dalam perang melawan kolonialisme Belanda adalah ketika mengetahui pemerintah Belanda membuka perkebunan secara sepihak di wilayah yang dihuni orang Simalungun. Berbagai tindak kejahatan seperti pemerkosaan, perampokan dan penyiksaan dialami orang Simalungun.

"Dia mendatangkan guru-guru perang dari Tanah Gayo, Alas dan Aceh ke Raya untuk mendidik pasukannya. Beberapa tokoh pejuang rakyat lain, seperti Tengku Muhammad dari Aceh dan Sisingamangaraja XII dari Bakkara didatangkan ke Dalig Raya untuk membahas strategi perang semesta menghadapi Belanda. Dia juga membangun komunikasi dengan Kesultanan Lima Laras (Batubara) untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan," papar Hisarma.

Tuan Rondahaim pun memimpin pasukan Panei, Siantar, Silou dan Padang, melawan Belanda yang hendak menguasai wilayahnya. Membangun jejaring dengan Kerajaan Padang, Asahan, Batubara, Bajalinggei untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda yang telah menguasai pesisir Sumatera Timur.

"Ketatnya pertahanan yang digalang Tuan Rondahaim serta tangguhnya pasukan Raya, membuat Belanda memutuskan untuk mundur dari usaha menundukkan raja-raja Simalungun. Tuan Rondahaim pun berhasil mengamankan wilayahnya sampai dengan akhir hayatnya. Pada tahun 1891, ia tutup usia dan dimakamkan di Raya," jelasnya.

Melihat perjuangan yang mempunyai skala yang luas serta kesungguhan membela bangsanya, Tuan Rondahaim dinilai patut dikenang dan diberi apresiasi tinggi oleh pemerintah dan masyarakat negeri ini.

"Gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah Republik Indonesia adalah sepantasnya bagi sosok yang memiliki jasa besar ini," ucap Hisarma. (mdk/rhm)

Baca juga:
Fakta Kehidupan Anak Pahlawan Nasional Sebelum Sakit Parah, Fokus Sama Anak Jalanan
Kondisi Terkini Anak Pahlawan Nasional yang Sakit Parah, Staf Jokowi Turun Tangan
Sosok Mayor TNI Johannes A Dimara, Pahlawan Nasional yang Anaknya Kini Sakit Parah
Kondisi Memprihatinkan Anak Pahlawan Nasional Tubuh Kurus Kering, Tolong Pak Jokowi
20 Kata-Kata Bijak Ki Hadjar Dewantara yang Penuh Makna dan Inspiratif
Mengenal Sosok Kakek Dian Sastrowardoyo, Pahlawan Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5