Tulis Surat Terbuka untuk Jokowi, Karyawan Sritex Curhat Takut Kehilangan Pekerjaan

Tulis Surat Terbuka untuk Jokowi, Karyawan Sritex Curhat Takut Kehilangan Pekerjaan
PT Sritex Pasok Seragam Tentara Filipina. ©2020 Istimewa
NEWS | 22 Oktober 2021 02:37 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Karyawan Disabilitas PT Sri Rejeki Isman alias Sritex, Tri Marjanto, menulis surat terbuka untuk Presiden Jokowi terkait kekhawatirannya akan kehilangan mata pencaharian, karena Sritex kesulitan memproses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

"Dan jika hal itu terjadi (kehilangan mata pencaharian), saya harus bekerja di mana lagi, Pak … karena perusahaan ini adalah sawah ladang kami dan teman-teman karyawan serta masyarakat sekitar," ucap Marjanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (21/10) seperti dikutip dari Antara.

Dalam surat terbuka, dia memperkenalkan diri dan menyatakan bahwa kebutuhan pribadinya selama 10 tahun tercukupi karena bekerja di PT Sritex, bahkan ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Ia mengaku sebagai karyawan disabilitas di perusahaan tersebut dan bekerja sebagai mekanik garmen. Marjanto menjadi penerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja setelah mengalami kecelakaan pada 2017 saat pulang kerja, yang mengakibatkan kaki kirinya harus diamputasi.

"Saya senang karena Sritex masih menerima saya sebagai karyawan dengan segala keterbatasan yang saya miliki. Dan saya bangga kepada Sritex karena masih memberikan lapangan pekerjaan bagi teman-teman karyawan dan teman-teman disabilitas lainnya tanpa diskriminasi gaji dan perlakuan lainnya," tulis dia dalam surat terbukanya.

Surat terbuka tersebut menjadi viral setelah dia mengunggah tulisannya sendiri di akun Facebook dan memperoleh dukungan dari warganet lain.

Surat tersebut ia unggah pada Jumat (15/10), dan ia tujukan kepada Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Sebelumnya, PT Sritex mengajukan permohonan perpanjangan PKPU untuk memastikan tersedianya waktu yang cukup untuk menjalin hubungan dengan kreditur. PT Sritex telah mengajukan permintaan ke pengadilan untuk perpanjangan proses PKPU untuk jangka waktu tambahan 90 hari.

Pada 20 September 2021, Pengadilan Negeri Semarang telah mengabulkan permohonan perpanjangan penundaan kewajiban PKPU PT Sritex selama 77 hari sampai dengan 6 Desember 2021. (mdk/bal)

Baca juga:
Hindari PHK, Pekerja Industri Tembakau Harap Pemerintah Tak Naikkan Cukai
Kemnaker Klaim Stimulus Pemerintah Berhasil Tekan Angka Pengangguran karena Covid-19
Kemnaker Klaim Stimulus Pemerintah Berhasil Tekan Angka Pengangguran
Pemerintah Dampingi Difabel yang Kehilangan Pekerjaan di Tengah Pandemi
Selama PPKM, 3.179 Pekerja di DIY Dirumahkan
Cara Raup Cuan Saat Pandemi Bagi Korban PHK

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami