Tuntut Izin Berjualan di Sekitar Stadion Pakansari, PKL Demo Bupati Bogor

Tuntut Izin Berjualan di Sekitar Stadion Pakansari, PKL Demo Bupati Bogor
Demo PKL di depan Kantor Bupati Bogor, Selasa (19/4). ©2022 Merdeka.com/Rasyid Ali
NEWS | 19 April 2022 16:56 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Puluhan pedagang kaki lima (PKL) menggelar demonstrasi di Kantor Bupati Bogor, Selasa (19/4). Mereka menuntut agar kembali diizinkan berjualan di Jalan Lingkar Stadion Pakansari.

Para PKL ini sebelumnya memang berjualan di sekitar Jalan Lingkar Stadion Pakansari. Namun, sejak pandemi Covid-19 pada 2020, lokasi itu ditutup dari kegiatan PKL.

"Tapi kan sekarang sudah mereda. Di Jalan Bambu Kuning saja boleh ada bazaar Ramadan kok. Masa kita di sini masih nggak boleh terus," kata koordinator lapangan PKL, Ali Topan.

2 dari 2 halaman

Sudah Surati Pemkab Bogor

Dia menjelaskan, PKL sempat bersurat ke Pemkab Bogor untuk memohon agar Jalan Lingkar Stadion Pakansari dibuka dan mereka diizinkan untuk kembali berjualan. Namun, surat itu tidak mendapat respons dari Pemkab Bogor, hingga mereka nekat melakukan demonstrasi.

"Kan PKL lapak dagangannya tidak permanen. Biasanya mereka buka jam 5 sore terus jam 11 malam sudah sepi, mereka tutup dan lapaknya dibongkar sendiri dan bersih lagi," jelasnya.

Ali Topan juga memastikan PKL siap diatur agar kembali dapat berjualan seperti biasa, karena mereka butuh pemasukan menjelang Idulfitri. "Kebutuhan banyak dan sedang ramai-ramainya. Tapi kami nggak boleh jualan," katanya. (mdk/yan)

Baca juga:
Jelang Summit Kota Sehat, Belasan Lapak PKL di Semarang Dirobohkan
Bakal Wujudkan Malioboro Jadi Galeri Terpanjang se-Indonesia, Ini Tanggapan Pemda DIY
Satpol PP Sebut Jualan di Trotoar Langgar Aturan, Begini Nasib Para PKL di Magetan
WNI ini Panen Pujian, Belanja Kaki Lima di Amerika Tak Pernah Minta Uang Kembalian
Para Pengusaha Toko Siap Percantik Lorong Malioboro, Begini Penataannya
Kisah Ratusan PKL Jualan di Pinggir Jalan, Sadar Ganggu Pengendara tapi Butuh Uang

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini