Tutup Warung Daging Anjing, Pemkab Karanganyar Janjikan Bantuan Modal Rp5 Juta

PERISTIWA | 21 Juni 2019 02:03 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Puluhan pemilik warung daging olahan anjing di Karanganyar, mendatangi rumah dinas Bupati Juliyatmono, Kamis (20/6) siang. Mereka menolak kebijakan penutupan seluruh warung daging anjing (guguk) yang diberlakukan mulai Jumat (28/6) pekan depan.

Bupati Juliyatmono yang menerima 37 pemilik warung daging anjing tetap bersikukuh untuk menutup semua warung. Juliyatmono mengaku berat mengambil keputusan tersebut. Kendati demikian ia tetap pada keputusannya, namun ia berjanji untuk mendampingi mereka beralih usaha.

"Memang berat dan tidak mudah dilakukan. Saya berharap bisa mendampingi para pedagang saat mereka nanti beralih usaha," ujar Juliyatmono.

Selain melakukan pendampingan, Juliyatmono juga berjanji akan masing-memberikan uang ganti sebesar Rp5 juta kepada masing-masing pedagang. Ia berharap uang tersebut bisa digunakan sebagai modal untuk berganti pekerjaan atau mendirikan usaha yang lain.

"Kami akan sentuh mereka secara pribadi, agar bisa sukses lagi dengan pekerjaan yang sekarang. Warung mereka ini kan tidak higienis, karena barang yang dijual juga tidak lazim," jelasnya.

Sebagai bentuk pendampingan pemerintah, lanjut bupati, selama kurun waktu enam bulan ke depan pihaknya akan memberikan bantuan beras kepada pedagang. Sedangkan bagi yang anaknya masih berkuliah atau sekolah, kebutuhan sekolah anak-anak sementara akan ditanggung oleh pemerintah hingga para pedagang bisa mandiri.

Lebih lanjut Juliyatmono menyatakan, untuk memastikan kondisi para pedagang, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengutus petugas agar mendatangi rumah para pedagang serta menghitung kebutuhan apa saja dari setiap pedagang. Juliyatmono menegaskan, dirinya hanya ingin mengubah profesi para pedagang ini.

"Silahkan kalau tetap mau jualan daging anjing, tetapi jangan di wilayah saya," tandasnya.

Keputusan tersebut, terang bupati, belum akan diatur dalam peraturan daerah. Namun lebih mengacu pada perlindungan satwa. Apalagi dalam mendirikan usaha mereka juga tidak mengajukan perizinan.

" Para prinsipnya kami hanya berkomitmen menjaga kebersihan dan generasi ke depan," jelasnya lagi.

Mengenai anggaran yang digunakan, bupati menerangkan, pihaknya memiliki anggaran yang sifatnya sosial. Selain itu ada juga pendampingan dari dinas terkait dan Baznas.

"Kami nantinya juga mengecek di lapangan, apakah dia benar-benar pernah membuka usaha daging anjing atau tidak," katanya.

Baca juga:
Pemkab Karanganyar Akan Tutup Semua Warung Jual Daging Anjing
Ancaman Penyakit Rabies di Balik Kuliner Daging Anjing
Potret Anjing di Rumah Jagal Korea yang Terancam Dijadikan Makanan
3 Bahaya yang Muncul dari Konsumsi Daging Anjing
Di Solo, 1.200 anjing dibunuh tiap hari untuk dikonsumsi
Bali mulai larang rumah makan sajikan menu masakan daging anjing

(mdk/bal)

TOPIK TERKAIT