Uang Pungli Rp46 Juta dari Korban Tsunami Dibagi ke Pegawai Forensik RSDP Serang

PERISTIWA | 29 Juli 2019 21:15 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Amran, saksi dari Rumah Sakit dr Drajat Prawiranagara (RSDP) Serang mengatakan uang dari hasil pungli ke korban tsunami selat Sunda dibagikan ke pegawai forensik RSDP Serang. Pembagian hasil pungli tersebut atas inisiatif dirinya sebagai kepala ruangan forensik.

Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan pungli korban tsunami selat sunda di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Senin (29/7) malam.

"Itu atas usulan saya, menyampaikan di ruangan (forensik) ada Fathullah, Mulyadi," kata Amran saat ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Nugraha.

Uang dari pungli ke korban terkumpul Rp46 juta. Uang dibagikan kepada Amran selaku kepala ruangan Rp6 juta, terdakwa Fathullah Rp6 juta, dokter Budi Rp6 juta, terdakwa Budiyanto Rp500 ribu, dan terdakwa Indra Maulana Rp350 ribu. Uang pugli itu juga sebagian digunakan untuk membayar peti jenazah.

Sebagai kepala ruangan, dirinya mengetahui adanya pungli untuk korban tsunami selat sunda. Diperuntukan untuk pemulasaraan dan formalin. Dipungut oleh terdakwa Fatullah. Kemudian uang hasil pungli ini pun disampaikan ke dr Budi namun diminta untuk disetorkan ke kas rumah sakit.

"Yang jaga yang memegang uang untuk operasional tapi keputusan ada di dr. Budi," katanya.

Baca juga:
Petugas RSDP Serang Mengaku Tak Tahu Penanganan Korban Tsunami Tak Dipungut Biaya
Terdakwa Pungli Korban Tsunami Selat Sunda juga 'Sunat' Honor Pemandi Jenazah
Pemkab Sebut Dana Bantuan Korban Tsunami Banten Capai Rp 5,6 M,
Polisi Limpahkan Berkas Tersangka Pungli Bantuan Tsunami ke Kejati Banten
Keceriaan Anak-Anak Korban Tsunami Banten Berwisata di Ancol
49.000 Botol Air Mineral Disalurkan Buat Korban Tsunami Selat Sunda

(mdk/ded)