Ulama Aceh temukan kancing motif ayat Alquran

Ulama Aceh temukan kancing motif ayat Alquran
Ilustrasi Alquran. ©AFP PHOTO/MOHAMMED AL-SHAIKH
PERISTIWA | 7 April 2016 18:13 Reporter : Dede Rosyadi

Merdeka.com - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengamankan bahan motif kancingan baju bertuliskan ayat-ayat Alquran karena dianggap melecehkan umat Islam.

"Kancingan baju bermotif tulisan potongan ayat Alquran itu ditemukan pada salah satu usaha penjahitan keluarga di Desa Beureugang, Kecamatan Kaway XVI," kata Wakil Ketua MPU Aceh Barat Ustad Ahmad Rifai di Meulaboh, Kamis (7/4).

"Ada 20 butir kancingan baju kita terima dari penjahit itu dan dia mengaku mendapatkan bahan dari toko penjualan di Jalan Nasional. Pembuatan motif itu adalah bentuk pelecehan lambang dapat menodai perasaan umat Islam," tandasnya.

Rifai mengaku saat ini barang bukti tersebut telah diserahkan pula pada MPU Aceh untuk ditindak lanjuti, paling tidak melakukan upaya pencegahan peredaran bahan demikian di daerah-daerah lain.

Menurutnya, bukan tidak memungkinkan bahan-bahan kancing bertuliskan Alquran sudah beredar di pasar daerah lain dengan adanya temuan di Kabupaten Aceh Barat. Sebab distributor bahan-bahan motif pakaian ini bersumber dari satu penyalur di luar Aceh.

"Yang menjadi permasalahan adalah ayat quran adalah lambang kesucian umat muslim, jadi apabila disalah gunakan maka itu merupakan satu pelecehan, sama halnya seperti adanya temuan terompet yang bahan sampulnya bertuliskan ayat-ayat quran," beber Rifai.

Kalau ini dibiarkan, sambung Rifai, berarti kita sebagai umat Islam tidak peduli dengan lambang kesucian, jadi pelecehan sama seperti terompet yang ada kertas bertulis sampul quran.

"Inikan sudah menodai perasaan umat Islam apalagi daerah kita yang berkomitmen melaksanakan syariat Islam," tegasnya.

Lebih lanjut Ahmad Rifai mengimbau kepada masyarakat khususnya di Aceh yang melihat atau menemukan hal-hal demikian agar dapat melaporkannya kepada MPU agar dapat ditangani secepat mungkin sebelum berdampak luas.

Dia juga minta kepada masyarakat menelusuri keberadaan bahan-bahan bermotif demikian yang tidak menutup kemungkinan juga beredar di daerah-daerah lain di Aceh.

"Kami berasumsi apabila ini sudah beredar di Meulaboh, bukan tidak mungkin di tempat lain juga sudah beredar," pungkasnya, dikutip dari Antara. (mdk/ary)

Baca juga:

Sebut nabi Muhammad bisa dipenjara, Menteri Kehakiman Mesir dicopot

Dua pria muslim dikeroyok hingga tewas karena menggembala kerbau

Pengakuan Gus Jari dapat wahyu akhir zaman usai tahajud

Hina nabi dan Saudi, penyair Palestina dicambuk 800 kali

Postingan di Facebook berbau SARA, warga Dumai dipolisikan

Polda Jatim belum panggil bos pabrik panci 'Alkhamdu Allah'

Terompet dari sampul Alquran juga ditemukan di Bekasi

Menag sebut tarian tak dilakukan di atas sajadah atau karpet masjid

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami