Unggahan Anggotanya Tuai Protes, Kapolres Binjai Minta Maaf

PERISTIWA | 27 November 2019 16:43 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto, mengakui anggotanya mengunggah konten berjudul "Tujuan Tersembunyi Reuni 212" di akun Instagram @tribrataresbinjai. Unggahan itu kemudian menuai protes.

Dia memohon maaf kepada masyarakat atas keteledoran yang berbuah polemik itu.

"Saya sebagai Kapolres Binjai, atas nama anggota saya dan seluruh kesatuan Polres, minta maaf, karena sudah terjadi keteledoran anggota saya dalam memposting hal-hal yang sifatnya sensitif untuk agama," ujar Tri Nugroho, seusai acara silaturahim dengan tokoh agama di Kota Binjai, Sumut, Rabu (27/11)

Pertemuan di Mapolres Binjai itu dihadiri sejumlah ketua ormas keagamaan dan tokoh masyarakat di Kota Binjai, seperti dari MUI, GNPF, Alwasliyah, Muhammadiyah, NU, FKUB, dan Pemuda Muslim Indonesia. Sejumlah pejabat Polres Binjai juga hadir di sana.

Tri Nugroho menyatakan peristiwa itu murni kelalaian anggotanya yang merupakan PHL atau tenaga honorer. Dia mengunggah dan menyebarkannya tanpa sepengetahuan atasan. "Kemarin (Sabtu, 23/11), anggota saya istilahnya PHL di bidang Humas, melihat berita-berita di internet. Di situ dia langsung share (postingan itu) tanpa mengonfirmasi ke Kasubbag Humas atau ke saya," ujarnya.

Perwira dengan tanda pangkat dua melati ini memastikan pihaknya sama sekali tidak memiliki niat untuk mengunggah konten itu. Tri Nugroho baru menyadari adanya postingan itu ada setelah muncul protes.

Karenanya dia pun berinisiatif bersilaturahmi dengan tokoh agama untuk melakukan tabayun. "Alhamdulillah semua sudah terselesaikan dengan baik," ujar Nugroho

Tri Nugroho juga berjanji menindak anggotanya yang mengunggah konten itu. "Ya tentu kita akan berikan sanksi," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Ini Unggahan yang Tuai Kontroversi

Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan beredarnya tangkapan layar berisi unggahan akun @tribrataresbinjai dengan judul Tujuan Tersembunyi Reuni 212. Postingan itu banyak dibagikan dan dinilai sebagai bentuk kebencian dan mendapat protes. Setelah ramai protes, akun Instagram milik Polres Binjai itu pun sempat dinonaktifkan.

Tri Nugroho menyatakan akun Instagram itu akan diaktifkan kembali. "Karena akun Instagram itu tujuannya untuk memberikan pesan Kamtibmas kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Binjai, Anwar Nasir, meminta agar masyarakat tidak terpancing dengan konten itu. Menurutnya tidak ada unsur kesengajaan dari Polres Binjai dalam kejadian itu dan Kapolres telah meminta maaf. "Pertemuan ini membawa hasil yang bagus seluruh ormas Islam yang di Binjai hadir, permintaan maaf disampaikan," ujarnya.

Dia mengimbau semua pihak, termasuk instansi, untuk lebih hati-hati dalam mengunggah konten di media sosial. Selidiki dulu," imbaunya. (mdk/lia)

Baca juga:
Biksu Thailand Sebut Toleransi Umat Beragama Kerap Dicederai Ujaran Kebencian
Deretan Kontroversi Ade Armando, dari Anies Berwajah Joker Hingga Sebut Azan Tak Suci
Tiga Tersangka Insiden Asrama Papua di Surabaya Dikirim ke Rutan Medaeng
Berkas Lengkap, 3 Tersangka Kasus Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya Segera Disidang
Hakim Belum Siap, Pembacaan Vonis Gus Nur Ditunda
Dipolisikan Terkait Cuitan Penusukkan Wiranto, Hanum Rais Ogah Komentar

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.