Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja di Tengah Pandemi Berisiko jadi Klaster Demo

Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja di Tengah Pandemi Berisiko jadi Klaster Demo
Mahasiswa konvoi menuju Gedung DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo
PERISTIWA | 8 Oktober 2020 16:09 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Aksi massa menolak pengesahan UU Cipta Kerja berisiko menimbulkan klastr penyebaran Covid-19 yang baru. Sebab, ribuan massa berkerumun tanpa protokol kesehatan.

Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

"Jangan sampai jadi klaster baru, klaster demo," kata Yusri saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (8/10) seperti dilansir Antara.

Yusri menyebutkan hasil pemeriksaan sementara tes cepat terhadap pengunjuk rasa tercatat 27 orang berstatus reaktif dan dua orang positif Covid-19 berdasarkan hasil tes antigen.

Sementara itu, tiga orang pendemo dinyatakan positif Covid-19 dari hasil swab antigen di Polres Metro Jakarta Barat.

Yusri mengkhawatirkan akan muncul klaster demo akibat adanya kumpulan massa saat berunjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang berlangsung sejak Senin hingga Kamis ini.

Penularan Covid-19 juga berpotensi terhadap aparat yang bertugas mengamankan massa unjuk rasa di beberapa wilayah Jakarta.

Sejauh ini, petugas Polda Metro Jaya telah mengamankan sekitar 450 orang diduga kelompok anarko yang diajak untuk aksi menolak UU Cipta Kerja berujung ricuh.

Ditegaskan Yusri, Polda Metro Jaya telah menerima pemberitahuan rencana aksi dari elemen buruh, namun polisi tidak mengeluarkan izin karena masa pandemi Covid-19.

Para pendemo yang positif Covid-19 maupun reaktif menjalani isolasi di tempat penampungan kawasan Pademangan, Jakarta Utara. (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami